Uncategorized

YUK LARI.

Advertisements
Standard
gowes

Gowes Hari- Hari.

Maret 2015 adalah awal gowes saya lagi setelah terakhir kalinya di 1985.

Masa- masa kerja serabutan dan kuliah saya.

Sejak setelah subuh sampai magrib. Terkadang sampai malam.

30 tahun terpaut ditambah lagi dulu datar- datar saja, kali ini plus tanjakan.

Saat pulang, dimulai di awal jalan cipaganti sampai rumah.

Seperti juga 30 tahun lalu, kali inipun nyaris tak terputus. Senin sampai minggu, pagi sampai siang atau bahkan malam.

Sim A dan C yang habis sengaja tak saya perpanjang.

Berharap tak tergoda untuk kembali.

Dan memang mobil motornyapun tak ada😁.

Bersambung..

Standard
inspiration

Jeri Chua Yang Saya Ingat.

Trans Singapore Ultra.

2011 atau 2012 ya. Duh lupa.

Dan jika tak lupa juga adalah acara lari ultra ratusan km pertama Singapore. Walau berjarak 320km tapi jauh dari kesan gegap- gempita acara2 lari ultra jaman now 😀
Tak berhadiah, sponsorpun tak jelas.

Di inisiasi oleh pelari2 lokal Singapore yg sudah pasti pelari2 jauh, pesertanya hanya belasan.

walau Singapore dekat, tak sampai 3 jam penerbangan dari Jakarta tetaplah keluar.

Harus dengan pesawat. Harus tinggal berhari- hari.

Masih terngiang kalimat sang sahabat.

Continue reading

Standard
design

Electric Folding Bike.

MiniVelo2ndEdition10

Semoga masih bisa terwujud di 2018, desain ini adalah edisi kedua Sepeda saya yang dibuat.

Pengembangan dari desain sebelumnya.

 

MiniVelo2ndEdition02

GENRE.

Electric Folding.

Continue reading

Standard
design

IT’S MINE.

MiniVeloAllBlack

Akhirnya, setelah dua postingan berjudul Mini Velo, desain diataslah yang menjadi edisi pertama Mini Velo saya yang Inshaa Alloh masih agustus 2018 ini diluncurkan.
Tak lagi hanya gambar- gambar cantiknya saja yang beredar di layar kaca 🙂

250 watt, 36 volt Electric Mini Velo. Pedelec sekaligus E-Bike. 8 speed Internalgear hub dan Carbonbelt drive. Ga Pake Rante! 🙂

Continue reading

Standard

minivelo4

Populer di Jepang. Dan tak lama juga di beberapa negara seperti Amerika dan Eropa.minivelo3

Sepeda rasa ‘normal’ dengan wheelset kecil.

Ideal untuk gowes dalam kota.

Jarak roda yang sama dengan sepeda normal tetapi dengan panjang keseluruhan yang dengan sendirinya lebih pendek.

Continue reading

design

Folding Mini Velo.

Gallery
nneng

Nama Panggilanku Nneng.

Hai.. Nama panggilan aku Nneng. Cewek( ya iyalah😊😀).
Sejak beberapa minggu tinggal dirumah Ayah Aki.
Sebelumnya, hampir setahun di kantor produksi tempat kerja anaknya Ayah Aki. Mmas panggilannya.
Di resque di usia 1 bulan, dalam kondisi kelaparan, sekarat.
Terimakasih Mmas. Semoga Alloh membalas dengan yg lebih lagi. Aamiin YRA.
Iya aku masih kuyus. Tapi sepertinya ga lama lagi akan gemukan. Selera maemku bagus.
Aku bersih, ga kutuan. Rajin di mandiin. Ga tau emang suka dimandiin atau pura2 suka. Biar ga ngecewain yg ngurusnya😊.
Selama apapun dimandiin, disabuninnya, aku diem aja. Padahal di wastafel, dibawah kran. Air dingin lagi.
Juga saat dikeringin pake hair dryer. Anteng 😊.
Saat dikantor, pup dan pipisku ya dimana aja. Abis ga ada kotak pasirnya.
Sekarang ga lagi. Pup dan pipisku pasti dikotak pasirnya.
Aku ga pernah disuruh dikandang. Bebas bebas aja. Tapi aku lebih suka kalau tidur dikandang. Pintunya selalu terbuka. Jadi selalu bisa keluar untuk pup dan pipis.
Kata Ayah Aki, aku kucing yg sopan.
Kalau ga diminta, aku ga pernah masuk keruang manapun dirumah.
Ohya, aku baru seminggu lalu selesai operasi.
Tulang pinggul kananku remuk.

Ditabrak motor dijalan, depan rumah.
Jadi dipasangin plaat dibagian pinggul kananku.
Alhamdullillah sudah bisa jalan. Lari sih belum.
Apalagi lari2 kencang kaya Aki Ayah😊.
Dah dulu ya.
Salam😊

#nneng #kucingkampung

Standard
ultra running

Tambora Challenge 2018.

meUsai sudah, 4 hari x rata2 200 huruf x rata2 150 kali update= 120.000 x penceten jempol kanan kiri. Termasuk kesalahan pencetan angka 3 untuk e, huruf w untuk a, bolak- balik kesalahan huruf besar- kecil😊.
Usai sudah, sinyal hilang- timbul dibeberapa ruas jalan, daya battery hp yg drop sebelum akhirnya bertemu sang colokan listrik tersayang.
2 x bablas ketidurannya di 2 malam yg tak usah saya ceritakan. Malu😊.
Semua hal diatas adalah sedikit persembahan saya, yang saya dedikasikan untuk dunia lari- berlari yg saya cintai.
“BERLARI ULTRA MEMBUAT KITA MENGENAL BANYAK HAL.
BERLARI ULTRA DI GANASNYA TREK TAMBORA CHALLENGE ,SAMA2 MEMBUAT KITA MENGENAL BANYAK HAL, DAN DIRI- SENDIRI SAMPAI RELUNG HATI TERDALAM”.

Doro Ncanga, April 2018.
Hak gambar ada pada Adi.Owu.

Standard
sepeda

Sepeda Motor Saya

PhatScooterFedEx002
Transportasi hari2 saya nomor 1 sudah pasti sepeda. Setelahnya adalah transportasi umum.
Jika suatu saat terfikir untuk juga ber sepeda- motor, electric scooter semacam ini bisa jadi adalah pilihan saya.
Sudah tak polutif, tak bising dan kecepatannyapun terbatas. Sudah pasti masih dalam batas yang dibolehkan.
Seperti sepeda, jadi tak perlu sim C.
Kecuali motor dan batterynya, dilihat dari desainnya sepertinya bisa dibuat sendiri dibengkel las yg dekat2. Ya kan?😊

Continue reading

Standard
sepeda, trip

Seli( Sepeda Lipat) di Kereta- Api.


Argo Parahyangan Ekonomi Bandung – Gambir tak menyisakan ruang sedikitpun untuk sepeda lipat kecuali di gang pintu masuk, dikedua ujung gerbong.

Jadi, agar tak jauh ke seli pilih tempat duduk bernomor awal atau akhir.
VIRB Picture

Posisikan disebelah pintu masuk sisi sebelah utara, yang hanya dibuka saat di dan sampai di Bandung atau Gambir.

<!–more–>
28336468_2126317207395585_7595003372831439645_o

Info di aplikasi KAI Access #screencapture #helpme #more #kaiaccess #playstore #appstore

Bersambung

Standard
sepeda

Sepeda Lipatnya Sudah Pasti Asyik, Apalagi Elektrik :-)

IMG_44065Setelah Trike, mtb, minivelo, onthel, citybike, dan persis sebelumnya juga sepeda lipat, link d16 ini adalah sepeda ber e-bike kit ke 7 yang saya pakai.
Bersepedanya sudah membuat jatuh  hati. Ber e- bike kit? Apalagi 🙂 .
Tetap bisa digowes seperti sepeda jenis manapun, tetap berkeringat err maksudnya, tak seberkeringat seperti biasanya :-), dan tetap hijau, sunyi senyap tak berasap.

Ber e- bike kit artinya, jangkauan yang lebih jauh dan daya tempuh yang lebih lama.
Tanjakanpun tak lagi begitu pedas.
Dikayuh sama, hanya seakan ada yang bantu mendorong sehingga terasa lebih ringan.

Continue reading

Standard
sepeda

Sepeda Lipat

Berbicara sepeda lipat tak hanya bicara sepeda yang ‘mudah dibawa- bawa’, tampil imut dan bagi sebagian adalah segabruk gear yang segala dipasang :-).. tapi juga adalah tentang lipatan, sistem, mekanis dan kelebihan dari lipatannya sendiri.
Disamping sistem clamp yang paling banyak digunakan, beberapa menggunakan sistem yang berbeda. Dengan sekian keunggulan dan atau kelemahannya.
Iipat, swing atau apapun namanya.

Continue reading

Standard
adventure, event, mountain running

UTMB.

Bandung, 1987.Angan2 terkesan muluk. Sekali seumur hidup bisa menamatkan 10k dilomba lari manapun. Sudah pasti tak peduli podium. Bahkan tak pusing jikapun beberapa jam terlewat waktu Cut Off Timenya. Selama tak sampai berganti hari.

Bandung 2010.

Mencoba mulai berlari.

Kandas di 1km pertama. Menangispun bukan lagi dibuat- buat atau kiasan.

Plawangan Sembalun, 26 november 2012.

Nyaris tewas. Sendirian, tak menemukan jalan ke Segara Anak, tujuan berikut dimana Kang Hendra dan Kang Rudy Ansyah mestinya sudah sampai.

Dehidrasi dan kelelahan teramat- sangat.

Angan- angan berikut bahwa suatu saat saya akan melihat lomba lari trel disini rupanya harus tetap sekedar angan- angan.

Continue reading

Standard
berbagi, biking, cycling, fit

BERSEPEDA

SpedagiBodypackDago

Bersepeda,  dibanding dengan sepedanya, selalu menjadi ide yang lebih menarik bagi saya.

Peduli bumi, berhemat, menyenangkan, olahraga, membawa kita kemanapun mau dan bahagia sekaligus😊.

Bersepeda, juga bisa seperti apa dan bagaimana kita inginkan.

Murah, sedang atau mahal sekalipun.

Mulai dari perolehan sepeda bekas ratusan ribu sampai puluh bahkan ratus juta.

Bersepeda, terutama di usia senja seperti saya, sudah sebaiknya jika tak dikatakan harus 🙂 .

Barangkali judulnya akan lebih pas, ‘Bersepeda Dan Usia Senja” 🙂

Continue reading

Standard
sepeda

​BE SMART BE HEALTHY

Ada pilihan menarik bertransportasi  di Bandung. Bebas macet dan tak begitu ngaret, sedikit berkeringat tapi sehat. Kan katanya, “Kebaikan Demi Kebaikan Menghampiri Orang2 Yg Berkeringat” 😊.

Semisal saya, dari rumah diutara Bandung hendak ke  Alun2 atau lokasi lain dimanapun di kota.

Ratus meter jalan kaki sampai jalan Setiabudi. Naik angkot jurusan manapun yg melewati atau dekat2 ke shelter/ dock BOSEH ( smart bike share).

Dock/ shelter terdekat dari saya adalah yang berlokasi di Mesjid Cipaganti.

Berarti saya ambil Angkot Kalapa Ledeng. Turun di Cihampelas/ Sastra.

Lanjut jalan kaki kearah barat ke jalan Cipaganti.

Sampai di dock/ shelter, tempel kartu BdgETransport, masukan pin, ambil kartu, tarik keluar sepeda.

Lanjut gowes kemanapun mau. Ke dock/ shelter manapun yang terdekat ke tujuan.

Tempel kartu, masukan pin, ambil kartu, masukan lagi sepeda, klik, selesai.

Demikian juga dengan pulangnya atau mau lanjutkan kemana lagi?

Keren ya 😊

Jangan lupa bawa helm, tumbler dan headlamp.

Siapa tahu, keasikan gowes, atau memang perlu sampai  malam menjelang 😊.

Yuk buat kartu BdgETransportnya.

Info: 022 5220768.

@dishub_kotabdg

dishub.bandung.go.id

Standard
cerita

Banyak Lari Dan Gowes Yang Tak Membuat Bisa Ngeles Dari Koles

Bangunan tak mewah. Tak juga terlalu luas. Yang pasti asri dan bersih.
Letaknyapun tak dijalan utama Sedikit agak masuk jalan kecil. Cukup dua kendaraan berpapasan.
Rumah- sakit Jantung Hasna Medika. Salah- satu sponsor kami.
Matahari masih dengan sinarnya yang kuat. Padahal sudah lebih dekat ke magrib daripada ashar.
Sambutan hangat teman- teman dokter membuat lelah- lelah gowes dari Bandung kami tak lagi terasa.
Sebentar bersihkan diri tak lama kami sudah berkumpul diruang pertemuan. Setelah sebelumnya berkeliling melihat berbagai ruang dan fasilitas Hasna Medika.

Sempat melirik hidangan yang disediakan. Dimeja saji disalah- satu sisi dinding ruangan.
Hmm khas masakan Cirebon. Mulai dari sega jamblang, nasi lengko dan penganan/ cemilan lain. Menggugah selera sudah pasti.

Entah, mengapa sega jamblang dan nasi lengko. Padahal sega ya nasi 🙂

Obrolan hangat. Banyak info bermanfaat yang didapat.

Mulai dari ruang- ruang pasien kelas  tiga rasa VIP, ber AC 24 jam, alat- alat medis lengkap dan canggih, sampai pelayanan yang prima dan manusiawi.
Biaya yang seluruhnya ditanggung asuransi/ bpjs.

Pagi keesokan hari dimulai dengan drama.

Salah- satu teman talent pesepeda ngambek tak mau lakukan pengecekan jantung.

Ups maaf, besok- besok saya sambung 🙂

 

Standard
cerita

ILHAM SANG PETUALANG

 

gain-100Rinjani100-2017-100-CPRinjani100-2017-100-MapLTrek 100km di Rinjani. Pastinya tak main- main.

Padahal 52km saat awal MRU( Mount Rinjani Ultra), 2013 jika tak salah, sudah membuat ampun- ampun tak hanya pelari- pelari lokal, mancanegarapun dibuat mutung, kesal dan ambek.

Ah apa juga yg perlu ku khawatirkan. Toh jikapun tak finish aku sudah mencoba. Itukan yg penting?
Did Not Finish selalu lebih baik daripada Did Not Start. Entah dimana pernah kudengar seperti itu.

Ya, aku tahu sebelumnya. Beberapa jawara- jawara ada disini. Kecil kemungkinan bisa dapatkan podium. Tapi? Tunggu dulu. Rasa- rasanya aku melihat peluang di podium 3.
Mereka boleh jawara- jawara, tapi trek panjang dan trel? Dan di Rinjani? Siapa takut. Seorang saya, pengalaman boleh sedikit, usiapun tak lagi terbilang muda. Tapi semangatku  boleh di adu.
Podium 3 kan juga berhadiah. Niat belikan dan bagi- bagikan sembako di desaku, dari hadiah nanti adalah api semangatku yang luar- biasa. AKU BISA!

Dan..dengan biaya dari sang istri untuk menutupi semua biaya dan kelengkapan lari trel sederhanaku, terimakasih Istriku sayang 🙂 , akupun hadir diantara yang start di Senaru, di kategori 100.
Bergabung bersama beberapa pelari- pelari lain, lokal maupun mancanegara, ber gear ya ampun, walau ada satu- dua sesederhana aku, tapi sisanya adalah hmm apik rek 🙂 .

Bismillah.
Trek awal Senaru – Senaru Rim(WS 1, km 10,5/ ) mudah- mudah saja. Begitu juga trek berikut, sampai Sembalun Rim(WS2, km 18 ). Continue reading

Standard
bacaan, review, tulisan

Hotel Malaka Bandung

malakavalkenet

Hak gambar ada pada Sudarsono

 

Jalan Malabar, Halimun, Wayang dan sekitarnya adalah area bermain saya. Bandung tempo akhir 60an.

Cuaca pagi yang masih berembun. Dan pullover pun selalunya menjadi kelengkapan setiap pagi harinya.

Siapa sangka hampir 50 tahun kemudian saya berkesempatan masuk eh bahkan menginap dibangunan yang dahulunya adalah  fabrik roti dan kue Valkenet.  Salah- satu fabrik roti dan kue di kota Bandung, selain Merbaboe, Maison Bogerijen, Maison Vogelpoel, Lux Vincet, dan lain- lain. Didirikan oleh orang Belanda.  Ada juga yang didirikan oleh orang-orang Tionghoa seperti Jap Tek Ho, Khoe Pek Goan, Tan Kim Liang, dan lain- lain.

 

Bangunan fabrik roti dan kue yang dahulunya punya kisah,”Siapapun yang melewatinya dan bisa mencium wangi roti/ kuenya boleh mendapatkannya cuma- cuma”, kini adalah Hotel Malaka.
Bangunan minimalis, di desain oleh arsitek senior kenamaan Tan Tjiang Ay.

Continue reading

Standard