perkawinan, story

Tiga Puluh Empat Tahun

” Mau balik Bandung lo? Ngapain? Kawin? Emang berani? Ngaca dong?”. Tanya seorang teman.
Sempat kaget. Apa maksudnya.
Jawabannya ada dihadapan saya beberapa saat kemudian.
Tampak pantulan saya dicermin wastafel tempat saya kerja paruh waktu.
Rambut jabrik sedikit melampaui bahu tak terawat. Pipi tembam. Pun sama tak pernah tersentuh apa- apa selain air dan keringat.
Kacamata.. saya yakin kacamata bagus dan tidak juga murah. Tapi tiba2 baru saya sadari, seperti benda aneh yang jauh dari disebut pantas diwajah saya.
Saya merenung. Mendadak hilang semangat.
Ya ampun. Pastinya tak ada satupun yang saya lakukan untuk penampilan saya.
Tak pernah terfikir kearah sana.
Saya hanya tahu, penampilan baik hanya sesuai sampai masa- masa sma.
Masa kuliah adalah masa- masa serba terbatas.
Tinggal dikosan,sendiri atau berbagi kamar dengan seorang teman. Mencukupi kebutuhan hidupnya dengan kerja paruh- waktu saat libur kuliah. Perangkat audio adalah radio baheula model roti besar seukuran tv lawas 17 inch.
Fruehlingsrolle( lumpia) adalah sarapan atau cemilan mewah.
Selalunya biskuit entah apa mereknya.
Beberapa hari kemudian saya sudah duduk manis dikursi tempat potong rambut yg untuk kantong kuliahan saya jauh dari terjangkau.
Rupanya kesadaran saya untuk punya tampilan ‘normal’ lebih kuat dari keraguan saya memasuki salah satu tempat potong rambut terbaik dikota.
Untuk setiap lembar yang saya bayar tentunya saya mengharapkan yang terbaik.
Jadi ya saya serahkan sepenuhnya kepada mereka.
Alhamdullillah, bukan saja tidak mengecewakan tapi ya ampun terkaget- kaget sendiri. Haha.
Bersamaan dengan itu saya mulai lebih banyak lagi berjalan, lari2 pendek,karena asma saya yang menghambat, renang, asupan yang lebih lagi terkontrol selama  beberapa bulan sebelum pulang menikah.
Pulang, menikah, dan hari- hari selanjutnya hal- hal biasa yang mengikuti setelah pernikahan.
Ada hal yang membuat saya merenung lagi.
Banyak yang bilang, saat pernikahan dan saat- saat setelahnya adalah tahapan- tahapan kehidupan yang membuat orang lebih bahagia lagi.
Ditandai dengan wajah- wajah yang selalunya sumringah dan… sebagian dengan penampilan yang kali ini tidak lagi dengan usaha terbaik seperti saat sebelum menikah.
Kerap kali saya melihat, semakin lama usia pernikahan, semakin tak karuan penampilan dan  pakaian rumah sang pasangan.
Hilir- mudik dengan daster/ pakaian tidur atau kaos oblong dengan maaf robekan disana- sini. Bahkan sarung.
Terkadang malah sampai melewati waktu siang.
Rasanya seperti, dandan hanya saat masih sendiri. Saat belum mendapat pasangan. Setelahnya? Ah kan saya sudah laku. Ah kan dia sudah menjadi milik saya.
Entah bagi yang lain. Bagi saya? Seperti yang tidak menghargai.
Tentunya banyak cara seseorang menghargai pasangannya. Sebanyak manusianya itu sendiri.
Saya, seperti juga yang lain, tentunya ingin mempunyai pilihan, cara yang mana yang terbaik.
Sampai saat inipun saya tidak pernah tahu, cara yang mana yang paling baik yang saya ambil.
Jangan jangan malah tak pernah juga ada satupun yang saya punyai.
Apalagi jika ditambah lagi dengan sssst.. sekian banyak hal yang saya lakukan, sengaja ataupun tidak, yang mungkin malah menambah kekecewaan sang pasangan.
Jika ya, ditengah- tengah keluguan saya memasuki masa pernikahan, barangkali paling tidak ada satu yang saya usahakan sejak hari pertama pernikahan saya. Saya ingin bisa mempertahankan  penampilan saya tidak terkesan terlalu semaunya. Jauh dari gagah- perkasa, tapi bukan  cerminan dari pola hidup yang seenaknya.
58kg adalah berat badan saya saat ini, seperti juga sejak 34 tahun lalu lebih  seminggu. Tak kurang dan tak lebih 1 ons pun.
Bukan hal yang istimewa tentunya. Tapi seperti saya sebutkan diatas tadi, setidaknya ada satu yang saya usahakan.
Selamat hari jadi untuk saya dan pasangan hidup saya.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s