cerita, cerita, kisah, renungan, inspiration, kisah, motivation, olahraga, renungan, running, sport, story

Lebih Baik…. Lari

Belum terlalu siang, beberapa tahun lalu. Baru selesai lari dapat kabar ayah saya masuk ICU. Bandung diakhir minggu, macetnya, seperti yg sama2 kita tahu, ga lucu.
Menunggu yang lain mau berangkat sama2 koq rasanya seperti keabadian.
Tak pikir panjang saya lari ke Borromeus. Ya berlari.
Saat sampai dan melihat sanak- saudara berkumpul, saya baru sadar, ya ampun, saya pasti kena omel, gerutu dan omongan. Berulang- ulang, setiap mereka melihat saya berkostum lari.
” Hati- hati Kang, ingat umur”.
“Jangan maksain”.
“Jalan aja jalan. Lari mah atlet kali”.
Dan banyak lagi.
Itu satu. Dan baru sadar berikutnya adalah, apa kata Ayah nanti?.
“Duh ti- ati Ei( panggilan sayang Ayah ke saya). Harus ingat keselamatan. Umur kita kan sudah ga muda lagi”. Dan entah apalagi.
Perkiraan saya akan seperti itu.
Tapi, ya itu tadi, nasi sudah menjadi bubur. Kalau kata Aa Gym, jgn disesali, lebih baik buburnya kasih saja cakue.
Saya sudah melangkah masuk ke ruang icu, tak ada waktu lagi berfikir itu- ini.
Saya: “Salam Pak”.
Bapak: “Eh Ei. Abis lari?”.
Saya : ” Eu eu iya Pak. Anu.. dikit, bentar aja. Tadi .. eu buru2..”.
Bapak : ” Ya asal ati- ati aja. Semoga Bapak ga apa2 ni. Tapi kalo bisa milih, memang lebih keren mati karena lari daripada mati karena penyakit”.
Saya : ” ???????”.
Semoga Bapak selalu diberkahi sehat dan bahagia. Aamiin.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s