Uncategorized

7 Summits of Bandung

ImageImageImageImage

Saya yang ‘urang sunda’ menyebutnya tanjakan teu eureun- eureun. Tanjakan yang koq ga abis2 sih?.
Start di ketinggian 1300 mdpl sampai beberapa puluh meter menjelang puncak. Di 2100 an mdpl.
Tangga demi tangga buatan. Pijakan- pijakan, umpakan-umpakan tanah yang ditahan bambu. Menyerupai tangga.
Entah berapa ratus tangga atau pijakan.
Yang pasti cukup melelahkan.
Benar- benar tak berhenti naik. Dari start tadi sampai menjelang puncak gunung Haruman.
Mula- mula, seperti biasa, saya termasuk yang menyemangati yang lain. Sebelum separuh trek sepertinya giliran saya yang perlu disemangati 🙂 .

Manteman, diatas adalah sedikit kisah ‘pahit’ yang merupakan sebagian kecil dari acara lari- lari, jalan dan  ngesot kami beberapa hari kemarin, saat mendukung 7 Summits of Bandungnya adik kita Matt Runner, 8 tahun.
Sebagian besarnya? Tentu saja kisah manis, seru dan heboh.
Lari gunung ketiganya, setelah sebelumnya Puntang & Patuha.
Masih ada empat gunung lagi didepan.

Keinginannya untuk mengisi liburannya dengan mendaki/ lari tujuh gunung ini saja sudah luar- biasa.
Ditambah lagi: Pertama, tak hanya bisa menjadi pengingat bagi kita, juga bagi teman- teman se usianya, bahwa liburan  bukan hanya berarti tak belajar, menikmati hal- hal lain diluar pelajaran, seperti, main games, jalan di mall. Tapi juga adalah beraktifitas luar- ruang. Lebih lagi mengenal  alam.

Kedua, Matt ingin acaranya ini bisa juga menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa diluar sana tak sedikit adik- adik sebayanya, lebih muda atau diatasnya, yang tak seberuntung dia.
Jangankan bisa sekolah atau bermain/ beraktifitas bebas seperti layaknya usia- usia anak. Sekedar bertemu dengan orang- lainpun tak mudah.
Adik- adik kita dengan HIV+.
Dengan penyebab beragam.
Tapi dengan satu kepastian. Adik- adik ini tak bersalah.
Siapapun yang hidup dengan HIV+ tentu saja tak layak dijauhi. Apalagi jika adalah adik- adik tadi.
Sulit bagi adik- adik ini untuk bersekolah di sekolah- sekolah ‘normal’. Tak semua masyarakat bisa menerimanya.
Dikarenakan muncul stigma yang tak semestinya.
Karena tidak adanya pemahaman yang benar akan hal ini.
Manteman, 7 Summits of Bandungnya Matt ini adalah juga charity untuk biaya pendidikan adik- adik ber HIV+ ini.
Bagi kita yang lebih dimudahkan, lebih diringankan, dilebihkan rizkinya, yuk?
Dalam bentuk donasi uang, peralatan sekolah atau menjadi orang- tua asuh.
Donasi seikhlas dan semampunya, sila ke rekening:
Bank Mandiri, no. Rek. : 132-000-7659-775 an Yayasan Insan Hamdani.
Yang berada dalam naungan  Rumah Cemara, sebagai pengelola pendidikan adik- adik kita tercinta ini.
Berita:7SummitsOfBdg.
Peralatan sekolah, sila hubungi Claudia Tan, +62 815-6118-379.
Orang- tua asuh, sila hubungi Rumah Cemara, 085-324-442127.

Yuk kita peduli, yuk kita berbagi.
Kebahagian kita adalah juga kebahagian mereka.
Penderitaan mereka adalah juga penderitaan kita.
Keep Caring, Sharing & Running.

Hak gambar2 ada pada Kang Willy Aditya

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s