Uncategorized

Media Sosial dan ‘ Sayah Mah Apa’

Berita dan gambar- gambar miris dari Gaza yg membuat hati luka.
Gol- gol di piala dunia  yg membuat gila.
Pilpres yg penuh emosi dan saling cela, karena benci & bela yg membabi- buta.
Dan media sosial.

Apa hubungannya dari semua?

Tak dipungkiri, media sosial membuat banyak hal menjadi beda.
Berita2 dan informasi, entah benar entah tidak,  bisa didapat seketika, bak jin dalam botol yg wuzz keluar dari tempatnya, begitu kita bacakan mantera.
Seseorang yg semula bukan siapa- siapa bisa tiba menjadi pahlawan, figur publik dan idola.
Sebaliknya, sebagian lain menjadi sedemikian hina, menjadi  olok- olokan kita.
Secara maya atau bahkan berlanjut ke dunia nyata.

Saya tak ingin melantur kemana- mana.
Saya cukupi hanya dengan yg berhubungan dgn saya.
Entah kapan mulainya, saya begitu terpukau dgn media sosial.
Begitu kagum dengan orang2 yg terlibat didalamnya. Lebih tepatnya dengan yg punya peran didalamnya.
Tersadar, ada dunia baru disana.

Dunia yg ..
Dunia yg penuh dengan hal2 yg luar- biasa.
Yg membuat saya iri, ingin seperti mereka.
Mereka, yg begitu pandai berkata- kata.
Mereka yg begitu pandai merangkai kalimat demi kalimat menjadi cerita atau berita.
Cerita atau berita, mulai dari yg kosong belaka sampai  yang sarat makna. Seringkalinya dengan jenaka.
Atau ya sekedar komentar pendek yg membuat saya tertawa.

Dan saya pun mencoba.
Satu, dua, sepuluh, belas, puluhan, ratusan kali, entah, saking seringnya saya lupa.
Dan berhasil atau tidak, ada yg saya peroleh pada akhirnya.
Pertama, jika ya mereka2 bisa sampai kemana- mana, sementara saya ya tetap  disini2 saja, saya percaya, pastinya karena mereka punya ilmunya.
Sementara saya hanya saya, dengan ilmu yang sebegitu-begitunya.
Jangan2 malah berkurang, karena lupa.

Apakah saya berhenti? Tentu tidak.
Tapi kali ini saya melihat dengan cara yg berbeda.
Tak adil tentunya jika saya menginginkan sesuatu yg tak sesuai dengan usaha dan kemampuan saya.

Saya akan tetap berusaha.
Tapi kali ini bukan untuk menjadi seperti mereka.
Kali ini untuk menjadi saya yang berbeda.
Saya yg tak mudah tergoda, menjadi apa yg bukan hak saya.

Media sosial tetap menjadi hal yg luar- biasa.
Tetap menjadi  hal yg mempesona.
Hal yg bermanfaat jika saya bisa benar menempatkannya.
Sarana saya belajar untuk banyak hal.

Semoga siapapun yg menciptakannya masuk surga.

Memang, sedemikian cepatnya media sosial, selalunya memancing saya untuk memposkan, membalas, komen, juga dengan secepatnya. Sampai2 lupa untuk difikir dulu sebelumnya.
Seakan tak ada waktu, takut ketinggalan kereta dan seisi dunia,  semua berita dan gambar ditelan begitu saja.
Memancing emosi, sikap, opini dan ujung2nya, ya sama,  tulisan2, komen2 dan balasan seenaknya,  secepat yg saya bisa, tanpa difikir dulu, tanpa didasari ilmu dan pengetahuan yg ada.

Jadi, kali ini,
Saya akan belajar untuk lebih tak terburu- buru lagi.
Saya akan harus lebih lagi hati2.
Tak mesti lagi seolah- olah urusan hidup dan mati.
Seolah- olah tak ada waktu lagi nanti- nanti.

Masih di bulan puasa.
Saya akan berdoa  untuk keselamatan siapapun saudara2 saya, dimanapun dibelahan dunia. Termasuk Gaza.
Saya akan berdoa, semoga kesebelasan manapun yg terbaik yg akan menjadi juara.
Saya akan berdoa, siapapun yg akan terpilih menjadi presiden kita, saya, kita, memilihnya atau tidak, akan  bisa kita terima dengan lapang dada.

Semoga kedamaian akan tetap ada dibumi Indonesia.

Selamat berpuasa bagi yg menunaikan.
Sukses dan sejahtera bagi yg berkegiatan.
Salam 🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s