Uncategorized

Asap rokok dan Silaturahmi

Asap rokok & silaturahmi.
Berempat bersahabat sejak awal 70an. Sampai saat ini masih sekali- sekali kumpul. Masih berhubungan baik.
Hanya, salah- satu dari kami masih merokok. Bagi dua yg lain, yg satu tak pernah, yang satu lagi mantan perokok seperti saya, sepertinya tak terlalu mengganggu.
Hal sebaliknya bagi saya. Sedikit saja asap terhirup, langsung sesak nafas menyergap.
Bukan tak pernah berusaha mengatasinya. Setiap kumpul selalunya saya dan teman perokok ini duduk berseberangan. Terjauh.
Tak jarang pula kami berpindah posisi, tergantung arah angin.
Tentunya tak mungkin saya meminta dia untuk tak merokok. Sebagai mantan perokok dengan 2
bungkus tanpa filter sehari, ditambah 1 pak 50 gram tembakau lintingan, yg habis dalam 2- 3 hari, saya pastinya mahfum.
Tak berpengaruh terhadap sikap saya ke sang teman. Tetap baik2 saja. Tapi menjadi hambatan bagi saya untuk bisa kumpul2 tentunya.

Banyak pencetus asma saya teratasi dengan lari2 10k setiap hari. Alhamdullillah.
Tapi tidak sepertinya sang asap rokok 😦 .
Selamat pagi, selamat hari jumat 🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s