design, event

IMPIAN YANG ( SEMOGA) TERWUJUD

Some people say “Two Wheels Good, Three Wheels Better” 🙂

Disebut sebagai posisi bersepeda paling nyaman, atau paling tidak lebih nyaman dibanding sepeda biasa beroda dua, Trike( roda tiga) berjenis recumbent dan tadpole ini juga adalah lebih aman dan mudah.

Posisi mengendarainya yang bersandar kebelakang( recumbent) lebih aerodimanis dibanding posisi pada sepeda biasa, yang malah melawan angin.

Titik berat yang jauh lebih rendah juga. Bandingkan posisi duduk recumbent yang hanya 25 – 35 cm dengan sepeda yang diatas 100 cm.

Tak diharapkan, bilapun terjatuh, dari ketinggian yang hanya seperempatnya sepeda biasa, pastinya ‘sakit dan luka’nya pun hanya sebagian dibandingkan sepeda biasa.

Ya kan? 🙂

Beroda tiga, satu dibelakang dan dua didepan( tadpole. Sementara kebalikannya, dua dibelakang dan satu didepan adalah Delta), kaki tak perlu turun ke bumi saat berhenti.

Dan masih banyak lagi kelebihannya.

Kekurangannya? Tak dipungkiri pasti ada.

Dua roda didepan terkesan ‘lebih’ mengambil badan jalan.

Posisi yang jauh lebih rendah, membuat ‘tak mudah terlihat ‘ dibanding sepeda biasa.

Padahal, kenyataannya lebar/ jarak roda kiri- kanan tak lebih lebar dari lebar stang standar sepeda biasa.

Dengan lampu2 bersinar kuat, dipasang diposisi terluar kiri dan kanan, dengan ketinggian yang memadai, sudah cukup menjadi penanda keberadaan kita.

Belum lagi ditambah bendera pengaman diposisi paling belakang sepeda dengan beberapa bendera- bendera segitiga terpasang pada batang acrylic.

Cukup gambaran kelebihan dan ‘kekurangan’nya 🙂

BERSEPEDA.

Hampir dua tahun lalu perhatian saya sampai ke sang Trike ini.

Tak lama setelah saya mulai lagi bersepeda.

Bersepeda bagi saya adalah alat transportasi hari- hari.

Berangkot atau berdamri adalah pilihan kedua.

Bepergian kekota- kota jauhpun selalu saya usahakan membawa sepeda.

Karena temanya adalah bersepeda sebanyak mungkin, ke dan dari bandarapun saya gowes.

Terkesan tak keren  dan sudah pasti tak praktis jika membawanya dalam wadah khusus sepeda. Apalagi harganyapun tak murah.

Aliih- alih bersepeda sebagai pengganti kendaraan bermotor, ini malah menjadi sepeda yang harus dinaikan ke kendaraan bermotor 🙂

RideN Fly.

Gowes dari rumah ke Bandara. Cukup lepas roda depan, tempatkan disamping roda belakang. Stang cukup diputar 90 º, wrapping di jasa wrapping bandara setempat, masuk bagasi, selesai.

Oh jangan lupa kurangi angin kedua bannya.

Sampai di bandara  tujuan, pasang kembali roda depan, pompa kedua ban, lanjut gowes ke tujuan.

Seperti yang sudah- sudah saya lakukan saat ke Denpasar, Mentawai, Lombok, dan terakhir Kualanamu – Danau Toba.

TRIKE.

Saat di Lombok, saat saya uji- coba One Wheel Bike Trailer, saya terfikir akan Trike.

Pasti akan lebih seru dan nyaman lagi memakai Trike.

Dengan sekian kelebihan- kelebihan diatas.

Kembali di Bandung saya mulai dengan gambar- gambar.

Tak sulit mendapatkan tulisan- tulisan dan gambar- gambar seputar Trike sebagai rujukan.. Di Amerika ada belasan fabrikannya. Australia. Sudah pasti juga di China.

Sejak kecil saya sudah tertarik dengan banyak teknologi. Radio, telefon, mobil, motor. Go-cart terutama.

Tapi tak pernah beranjak lebih dari sekedar tertarik.

Kini dengan aplikasi gambar yang biasa saya gunakan, Alhamdullillah semua detil bisa tergambar cukup baik dan jelas. Terukur dan berskala.

Sampai disini saya tak ada hambatan.

Selanjutnya adalah bengkel( workshop) yang sampai sekarang belum saja ada.

Dari obrolan- obrolan awal dengan orang- orang dekat sesama penyuka teknik, pun sama saja. Berputar disekitar obrolan dan obrolan.

Belakangan aktifitas saya seputar sepeda bertambah. Tak hanya gowes boseh saya yang tak berkurang, bahkan bertambah, tapi sedikit bertambah lagi aktif di beberapa komunitas kota yang berkaitan dengan sepeda.

Saya agak enggan untuk menyebut diri pehobi sepeda. Saya merasa  sama saja seperti penyuka/ pengguna kendaraan jenis lain, mobil atau motor misalnya, yang hanya memiliki satu buah, tak begitu menyukai gonta- ganti komponen, menambah asesoris sana-sini, apalagi gonta- ganti sepedanya.

Tapi yang bisa saya pastikan saya suka dengan konsep bersepeda.

Berkendaraan tanpa bahan bakar fosil, polusi udara  dan kebisingan, sekaligus berolahraga.

Ibarat treadmil yang tak hanya membuat saya fit dan sehat tapi juga yang bisa mengantar saya kemanapun saya mau. Luar- biasakan? Semoga penemunya masuk surga, AamiinYRA.

Keseharian saya yang bersepeda dan aktif di beberapa komunitas sepeda membuat saya semakin lagi suka dengan bersepeda. Saya tak keberatan jikapun disebut cinta bersepeda. Jatuh hati pada bersepeda.

Seperti juga yang terjadi pada lari- berlari, saya mulai, suka dan akhirnya pun mulai dan suka mengajak orang lain untuk bersepeda.

Betapa bagusnya bersepeda, betapa melek kesehatan dan melek lingkungannya bersepeda.

Materipun tak lagi hanya seputar tip dan trik bersepeda, bagaimana mulai bersepeda, bahwa semua bisa punya sepeda. Bahwa ada banyak pilihan seputar sepeda. Tak mesti yang baru, bekas atau rakitanpun ada dibeberapa tempat. Tapi adalah pilihan macam dan jenis sepeda.

Yang saya yakin bisa lebih membuka mata, maaf jika saya katakan ‘awam bersepeda’. Atau bagi siapapun yang selama ini melihat bersepeda dengan sebelah mata.

Bahwa bersepeda tak mesti berdengkul jawara, tak selalu lebih lambat daripada kendaraan jenis lain yang bermotor. Bersepeda tak sesulit  tak semerepotkan seperti yang barangkali dibayangkan.

Bersepedapun tak mengenal usia.

Terakhir saya bersepeda rutin adalah 30an tahun lalu. Bersepeda lagi tak beraturan, hanya beberapa minggu saja, jika tak salah delapan atau sembilan tahun lalu.

Dan terakhir, saya mulai lagi maret 2015, di usia saya 58 tahun 4 bulan. Sampai sekarang. Setiap hari, nyaris tak terputus.

Ya, ada macam pilihan bersepeda.

Salah- satunya adalah sepeda listrik. Sepeda yang dirancang sejak awal dengan komponen listriknya. Desain dan kelengkapannyapun disesuaikan. Atau juga kitnya. E-bike kit yang bisa dibeli tersendiri dan  dipasang hampir disemua jenis sepeda.

Desain sayapun tak lagi hanya ‘sepeda’ yang melulu sebagai alat transportasi pribadi tapi juga semacam Food Bike. Berjualan apapun dengan bersepeda.

Saya akan dengan senang- hati membagikan desain saya dengan cuma- cuma kepada penjual cuankie panggul keliling. Atau saya desainkan baru untuk penjual baso tahu ikan.

Kota dimana saya tinggal sudah terpapar dengan kemacetan kota yang Na’Uzubillah.

Transportasi umum yang belum aman dan nyaman, kapasitas jalan yang sepertinya sudah tak mungkin ditambah. Dan yang paling memprihatinkan adalah pertambahan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat yang tak masuk akal.

360an bpkb kendaraan bermotor roda empat per minggu dan lebih mengerikan lagi 300an bpkb kendaraan bermotor roda dua per hari yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Jadi jika dikatakan kemacetan kota semakin parah dari hari ke hari memang demikian adanya.

Diperburuk lagi dengan sikap berprilaku lalu- lintas kebanyakan pengendaranya. Semaunya, tak lagi menghiraukan keselamatan diri- sendiri. Apalagi orang lain.

Menggelikan sekali jika kita ingat, situasi di salah- satu kamar dirumah tinggal atau dirumah- sakit. Betapa hiruk- pikuknya, dokter- dokter berusaha melakukan tindakan apapun yang diperlukan, perawat- perawat yang membantunya, anggota- anggota keluarga terdekat, teman dan handai- taulan yang hilir- mudik melengkapi kebutuhan sang pasien yang mungkin sedang meregang nyawa.

Belum lagi anggota- anggota keluarga, teman- teman dan handai- taulannya di masing- masing tempatnya, tak berhenti memanjatkan doa terbaiknya.

Dan pada saat yang sama ribuan nyawa ‘terbiarkan’ terancam nyawanya hanya karena pengendara- pengendara kendaraan yang tak mengerti batas kecepatan maksimal dalam kota, pengendara- pengendara kendaraan  yang enggan menginjak rem saat seharusnya tapi suka dan hobi sekali menarik gas sekencang- kencangnya, seolah ‘kekerenan’ dan kedigjayaan hanya terwakili dengan cara seperti ini saja.

Dengan kisah terakhir diatas, saya merasa bersepeda bisa menjadi salah- satu upaya ke budaya berlalu- lintas yang benar, yang seharusnya.

Tak menghilangkan sama sekali masalah- masalahnya pasti tapi  mengurangi sejumlah kecil. Yang diharapkan semakin besar dengan usaha dan upaya banyak pihak.

Saya begitu terobsesi dengan bersepeda dan mengajak siapapun bersepeda.

Lama tak lakukan touring beberapa minggu lalu saya gowes dari rumah sampai pantai Pelabuhan Ratu. Dan keesokan harinya saya lanjut ke Sawarna.

Trek tanjakan luar biasa dan panjang Cimaja Sawarna mengingatkan saya kembali akan Trike.

Kembali kerumah, saya mulai lagi dengan gambar- gambar Trike. Kembali bertemu dengan teman pemilik bengkel sepeda. Juga dengan seorang teman di komplek yang ternyata turut semangat untuk membuat Trike.

Teryata beliau memang penyuka touring, punya alat- alat las. Dan batang pipa besi.

Pucuk Dicinta Trike Bisa Mendadak Tiba 🙂

Gambar- gambarpun berlanjut. Modifikasi sana- sini. Potong- potong pipa.

Dan.. bermacam hambatanpun muncul.

Tak saya sesali. Paling tidak kami sudah mulai.

Dengan teman pemilik bengkel sepedapun sama. kendala disana- sini. Tak persis sama tapi nyaris 🙂

Lagi- lagi tak saya sesali.

Salah- satu dari beberapa acara yang berkenaan dengan kampanye sepeda komunitas kami, mempertemukan saya dengan pengelola toko sepeda listrik dan kitnya.

Teringat, jauh sebelumnyapun seorang teman sudah memberi tahu keberadaannya. Pastinya karena saya penyuka lari dan bersepeda.

Singkat cerita beberapa waktu setelahnya saya sempatkan mampir ketoko tersebut.

Obrolan tentunya tak jauh- jauh dari seputar sepeda dan sepeda.

Termasuk rencana saya untuk membuat sang Trike. Dan kali ini saya tambahkan bahwa Trike ini akan saya gunakan di touring berikut, Bandung – Lampung.

Rupanya gambar- gambar Trike saya memberi kesan baik bagi sang teman pengelola ini.

berlanjut dengan munculnya gagasan mewujudkan ide Trike ini bersama.

Dan obrolan berakhir manis dengan tawaran sang teman untuk kesediaannya membiayai dan melengkapi sepenuhnya pembuatan sang Trike. Alhamdullillah.

Trike, sepeda  beroda tiga, type recumbent dan tadpole, ber motor listrik tenaga battery, yang akan saya gunakan hanya pada tanjakan- tanjakan diluar kemampuan gowes saya 🙂

Pada Trike ini saya tambahkan dudukan untuk Hammock Stand,sehingga saya bisa gantungkan Hammock lengkap dengan Flysheetnya.

Hammock Stand, berupa batang pipa yang terbagi atas dua , masing- masing satu didepan dan satu dibelakang. Berjarak terjauhnya adalah jarak minimal untuk gantungan Hammock.

Bermalam? Tak lagi mencari penginapan. Cukup ber Hammock yang tak perlu juga kerepotan mencari dua pohon tempat menggantung 🙂

trikehammockflysheet2

Dikesempatan lain,  tak lama setelahnya pertemuan saya dengan dua sahabat lain juga berakhir dengan kesiapan mereka membantu mempersiapkan agar touring saya kali ini mempunyai dampak positif yang lebih luas lagi jangkauannya. Alhamdullillah.

Semua masih dalam rencana. Tapi sebaiknya saya berfikir positif dan percaya kepada niat baik teman dan sahabat- sahabat saya tadi. Inshaa- Alloh.

26 November, bertepatan dengan, semoga mendapat usia dan sehat, ulang- tahun saya ke enam- puluh, Inshaa- Alloh saya akan lakukan touring sepeda dengan Trike ini.

Sendiri, Bandung – Kilun Dolphin. Berjarak kurang- lebih 400 km.

Sampai saat ini Trikenya pun belum siap. Tapi saya percaya, karena pembuatannya ditangani oleh pehobi sepeda yang memang pernah lakukan pembuatan beberapa model Trike sebelumnya.

Begitupun dengan proposal acara kampanyenya. Yang sampai saat ini masih berperoses.

kali ini kami rencanakan touring sepeda saya dimaksudkan sebagai kampanye bersepeda, kampanye bertransportasi yang lebih humanis dan peduli lingkungan, kampanye Disiplin Berlalulintas, kampanye Bersih Lingkungan.

Dan saya tambahkan, kampanye Berperjalanan Jauh, baik bersepeda atau dengan transportasi publik lainnya.

Sekali lagi semoga diberi kelancaran dan kemudahan, dan saya diberi usia dan sehat, Aamiin YRA.

Salam 🙂

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s