cerita, tulisan

NYARIS SAJA.

Hujan lebat, selalunya mengingatkan saya akan suatu peristiwa naas yang menimpa salah satu penghuni rumah sebelah.

beberapa tahun lalu.

Sejak siang sampai adzan magrib berkumandang, hujan tak juga berhenti. Sebelumnya malah dengan angin kencang.

Saat melihat air diparit samping rumah, parit buangan kedepan, yang ‘luber’, saya segera ke depan. Pastimya tersumbat di salah- satu penggalan selokan depan rumah. Entah dimana. Karena sejak rumah paling timur sampai rumah kami( tiga rumah) selokannya terbuka. Setelahnya kearah barat nyaris tertutup.

Betul saja, air sudah penuh hampir rata dengan permukaan jalan.

Masuk kembali,keluar saya sudah siap dengan linggis, dorong apapun yang mungkin menyumbat.

Tiba2″ Om!! Jangan Om!. Ada kabel listrik yang jatuh ke selokan!”.

Walau agak temaram magrib, Saya mengenalinya sebagai salah- satu dari tiga atau empat Akang2 pemelihara taman rumah sebelah.

Rumah persis sebelah timur saya. Yang taman depan dan belakang rumahnya paling cantik sekomplek.

Seketika saya berhenti. Melihat keatas. Ya ada kabel yang jauh ke selokan. Tapi terlihat bukan dari tiang listrik, melainkan dari tiang telpon.

Artinya bukan kabel listrik tapi kabel telpon yg setahu saya tak beraliran listrik.

setelah yakin dengan apa yang saya lihat, alih- alih mau ‘sodok’ cari- cari yang menyumbat melalui salah satu bak kontrolnya, saya malah mau ‘pindahkan’ sang kabel yang menjuntai dan jatuh ke selokan dengan linggis saya.

“Om!!!!, Stop Om!!. Ini ada yg mati disini kena strom!!!”

Seketika saya lepas linggisnya.

Astagfirulloh.

Hujan dan angin kecang mendorong tiang listrik hingga kabel terputus.

Ujung satu entah dimana, ujung satunya lagi adalah yg jatuh persis diantara rumah kami.

Tak sengaja terpegang oleh salah- satu Akang pemelihara taman tadi, terlihat oleh dua lainnya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, walau sudah dengan usaha keras dua temannya, Akang ini meninggal seketika. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.

Kejadiannya berselang hanya tiga puluhan menit sebelum saya nyaris ‘bersentuhan’ dengan sang kabel maut.

Sang kabel maut yang saya kira kabel telpon, yang ternyata adalah kabel listrik yang terputus, jatuh dulu kekabel- kabel telpon, kemudian ke selokan.

Semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya dan diterima disisi Alloh SWT. Aamiin YRA.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s