bacaan, review, tulisan

Hotel Malaka Bandung

malakavalkenet

Hak gambar ada pada Sudarsono

 

Jalan Malabar, Halimun, Wayang dan sekitarnya adalah area bermain saya. Bandung tempo akhir 60an.

Cuaca pagi yang masih berembun. Dan pullover pun selalunya menjadi kelengkapan setiap pagi harinya.

Siapa sangka hampir 50 tahun kemudian saya berkesempatan masuk eh bahkan menginap dibangunan yang dahulunya adalah  fabrik roti dan kue Valkenet.  Salah- satu fabrik roti dan kue di kota Bandung, selain Merbaboe, Maison Bogerijen, Maison Vogelpoel, Lux Vincet, dan lain- lain. Didirikan oleh orang Belanda.  Ada juga yang didirikan oleh orang-orang Tionghoa seperti Jap Tek Ho, Khoe Pek Goan, Tan Kim Liang, dan lain- lain.

 

Bangunan fabrik roti dan kue yang dahulunya punya kisah,”Siapapun yang melewatinya dan bisa mencium wangi roti/ kuenya boleh mendapatkannya cuma- cuma”, kini adalah Hotel Malaka.
Bangunan minimalis, di desain oleh arsitek senior kenamaan Tan Tjiang Ay.

Khas desain- desain beliau yang dikenal dengan prinsip rumah tropis dan terbuka, minim ‘hiasan’.  “Karya-karya saya selalu menerapkan desain rumah yang ‘poreus’.”, ujar beliau, seperti yang saya kutip dari Indesignlive.

Berbeda dengan beberapa desain hotel lain yang terkesan ‘tampilkan sebanyak- banyaknya, seramai- ramainya’, Malaka konsisten dengan minimalisnya.

IMG_05621

Mulai dari signage yang sekedar ‘Hotel Malaka’, pos jaga yang hanya bertuliskan Valkenet, akses masuk berplester dan rumput, sampai ruang- ruang lobby, selasar dan kamar- kamarnya.
Kamar- kamar yang berjarak dari ruang serbagunanya meminimalisir ‘bising dan ramainya’ saat ada acara.
Suka dengan ‘selalu’ abu-abunya desain beliau.

IMG_05461

Tak luas  dan  tak banyak mebeler. Tapi cukup sekali. Lay-outnya pun ok.
Lagipula kamar hotel sebaiknya dicukupi dengan hanya nahkas, meja samping tempat tidur dan yang  tak kalah penting adalah lampu baca.
Yang bagusnya lagi adalah jendela lebar dan adanya pintu balkon.

Ruang terbukanya banyak.

Ruang serbagunanya, dengan  kap/ atap asli fabrik roti dan kue Valkenet 🙂 , tampil cantik dengan serba- kacanya. Berdiri terpisah diantara bangunan utama kamar- kamar, lobby dan area terbuka serta Resto/ Cafenya.

IMG_05521

IMG_05851

Lobby tanpa pintu, dengan sudut area merokok. Selebihnya adalah area bebas asap rokok.
Dan yang paling keren dari semua yang memang sudah keren adalah denda IDR. 300.000 bagi yang merokok dikamar dan dukungan bersepedanya.
Bukan hotel pertama yang sediakan  sepeda bagi tamunya tapi hotel pertama yang mendukung sekali kampanye sepeda Kota Bandung.

Saya tak ragu sarankan hotel Malaka  bagi siapapun yang perlu kamar hotel dan beracara, hajat atau apapun di ruang serbagunanya atau di ruang terbukanya.
Apik, cantik dan ciamik 🙂

 

 

 

 

 

 

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s