cerita

ILHAM SANG PETUALANG

 

gain-100Rinjani100-2017-100-CPRinjani100-2017-100-MapLTrek 100km di Rinjani. Pastinya tak main- main.

Padahal 52km saat awal MRU( Mount Rinjani Ultra), 2013 jika tak salah, sudah membuat ampun- ampun tak hanya pelari- pelari lokal, mancanegarapun dibuat mutung, kesal dan ambek.

Ah apa juga yg perlu ku khawatirkan. Toh jikapun tak finish aku sudah mencoba. Itukan yg penting?
Did Not Finish selalu lebih baik daripada Did Not Start. Entah dimana pernah kudengar seperti itu.

Ya, aku tahu sebelumnya. Beberapa jawara- jawara ada disini. Kecil kemungkinan bisa dapatkan podium. Tapi? Tunggu dulu. Rasa- rasanya aku melihat peluang di podium 3.
Mereka boleh jawara- jawara, tapi trek panjang dan trel? Dan di Rinjani? Siapa takut. Seorang saya, pengalaman boleh sedikit, usiapun tak lagi terbilang muda. Tapi semangatku  boleh di adu.
Podium 3 kan juga berhadiah. Niat belikan dan bagi- bagikan sembako di desaku, dari hadiah nanti adalah api semangatku yang luar- biasa. AKU BISA!

Dan..dengan biaya dari sang istri untuk menutupi semua biaya dan kelengkapan lari trel sederhanaku, terimakasih Istriku sayang 🙂 , akupun hadir diantara yang start di Senaru, di kategori 100.
Bergabung bersama beberapa pelari- pelari lain, lokal maupun mancanegara, ber gear ya ampun, walau ada satu- dua sesederhana aku, tapi sisanya adalah hmm apik rek 🙂 .

Bismillah.
Trek awal Senaru – Senaru Rim(WS 1, km 10,5/ ) mudah- mudah saja. Begitu juga trek berikut, sampai Sembalun Rim(WS2, km 18 ).

 

2 km menjelang puncak Rinjani(km 22,5/ 3726 mdpl adalah siksaan. Ya ampun pasirnya. 1 – 2 langkah naik, melorotnya pun nyaris sama.

Jarak yang sekedar 2an km, yang ditrek datar tak kan lebih dari belasan menit menjadi 3an jam. Subhanalloh.

Alhamdullillah, pasir- pasir yang, maaf, menyebalkan tadi sudah tinggal sejarah 🙂 .

Turun setelahnya sudah pasti bonus.

Kesukaanku akan petualangan, hal- hal baru dan menantang, yang seru- seru, apalagi trek- trek jauh dan trel, ditambah lagi  seolah dengung penyemangat dari saudara- saudaraku yang kerap kutemui di jalanan, anak- anak jalanan, pengemis, orang- orang, maaf, gila yang berkeliaran tak tentu arah, yang sekedar kuberikan makan ala- kadarnya. Semuanya, membuat trek- trek setelahnya tak lagi sulit.

Sepertinya, ingatanku akan mereka, adalah api penyemangat yang sebenarnya.

Savana dibukit Nanggi, ketinggian 2329mdpl, antara WS7 dan WS8, membuatku hampir menangis. Senter 20an ribuku  tak sanggup menembus tebalnya kabut yang mulai muncul.

Sementara tanda- tandapun masing- masing berjarak jauh. Entahlah, aku hanya mencoba lari, lari dan terus berlari.

Alhamdullillah, terasa tak terasa, bukit- bukit berikutnyapun, Solong Hills dan Tanah Abangpun terlewati, dan sampai di Pusuk(WS8, km 73).
What? km 73?  Alhamdullillah. Berarti 27km terakhir.
Ya Alloh, berikan hamba kekuatan, keselamatan dan kelancaran.
Jika memang ini adalah rizki- rizki saudara-saudaraku, melalui aku, mudahkanlah, jika sebaliknya, berikan hamba kekuatan untuk menerimanya dengan tetap penuh syukur. Aamiin YRA.

Masuk trek antara WS8(PUSUK/) dan WS9( PROPOK VALEY/. Pohon- pohon besar benar- benar membuat bulu kuduk berdiri.  Monyet- monyet liar yang tak sedikit, belum lagi ketakutanku akan ular- ular,  memperparah trek horor ini. Ya Alloh.
Kekaguman akan ciptaanNya dan ketakutan teramat sangat sekaligus.
Ya aku memang suka tantangan, petualangan, seru- seru, nek koyo iki ,ampun Gusti, wedhi aku 🙂 .

 

Rupanya trek ini adalah juga seperti trek spiritual bagiku. Podium 3 serasa sejangkauan lagi saja. Horor- horor tadi sudah terlewati. Rupanya satu lagi cobaan menghadang.
Aku dihadapkan pada situasi memilih antara bantu evac seorang peserta dari Jepang sekedarnya dan lanjut secepat yang aku mampu mengejar podium 3, atau…
Pada akhirnya pilihannya adalah bantu evac dan menungguinya selama waktu yg dia perlukan.

Saat menjaganya tidur.. Saat dia bilang sorry sorry banyak, saat dia bilang, terimakasih telah menjaga..
Ya, podium 3 ku sudah pasti melayang. Pupus sudah rencana berbagi kepada saudara- saudaraku di jalanan nanti.
Maafkan aku. Besar niat dan usahaku. Tapi,
Secercah cahaya muncul, seolah adalah pantulan senyum saudara- saudaraku. yang seolah berkata,” Semangat Mas! Lapar kami tak ada artinya dibanding bantuan Mas baginya. Kita kan tuan rumah. Persaudaraan jauh lebih berarti dari jutaan rupiah hadiah.
Hatikupun  tersenyum.. Berharap Malaikatpun bahagia.

Setelahnya, walau juga harus jatuh bangun berlari dr WS9 ke WS10. Walau jalan sempoyongan karena jatuh dan di sempat dibantu panitia WS 10.
Ya Alloh semoga finish adalah rizkiku Aamiin YRA. Targetku hanyalah sekedar bisa finish setelah meninggalkan Sito di WS9 tadi.

Trek berikut ke WS10( DANDAUN VALLEY/KM 95 /1470 MDPL) sudah mulai panas. Jarak terasa jauh.. Marka penunjuk arah banyak yg sudah putus- putus dan tergeletak ditanah. Tak mudah lagi menentukan mana trek yang benar. Perasaan entah dimana dan arah yang tak lagi aku tahu mana yang harus kuambil membuatku hampir menyerah.
Sudah bukan lagi hampir menangis tapi benar- benar menangis.

5km menjelang finish. Akankah?

9 menit 56 detik menjelang batas waktu 36 jam Rinjani100 kategori 1oo KM, saya, Suparmin, buruh, penggembala sapi, terlahir di  Grobogan, 35 tahun lalu, beristri, berputri satu, mengenal lari belum lagi setahun, pengalaman lomba, podium 3 di Ungarun 50km, urutan 13 di Coast2Coast 70km, Alhamdullillah berhasil melewati garis finish Rinjani 100 sebagai penamat ke 4 juga terakhir.
Terimakasih saudara- saudaraku, teman- teman pelari maupun bukan. Segenap panitia dan pendukung.
Rinjani100 mengajarkanku akan kebesaranMu, mengajarkan akan menerima apapun yang telah digariskan. Sebesar dan sehebat apapun niat dan usaha seorang manusia.

 

Bandung, 25 Mei 2017,

Dengan kerendahan hatinya, tak diniatkan untuk diceritakan oleh Mas Iwan Sang Petualang, tapi atas permohonan saya.
Terimakasih Mas Iwan Suparmin, Tuhan selalu bersama orang- orang yang berkeringat dan berjuang tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang- lain.
Satu lagi saya temui pembelajaran hidup dari kisah Mas.
Salam,

 

Aki Niaki

 

 

 

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s