berbagi, biking, cycling, fit

BERSEPEDA

SpedagiBodypackDago

Bersepeda,  dibanding dengan sepedanya, selalu menjadi ide yang lebih menarik bagi saya.

Peduli bumi, berhemat, menyenangkan, olahraga, membawa kita kemanapun mau dan bahagia sekaligus😊.

Bersepeda, juga bisa seperti apa dan bagaimana kita inginkan.

Murah, sedang atau mahal sekalipun.

Mulai dari perolehan sepeda bekas ratusan ribu sampai puluh bahkan ratus juta.

Bersepeda, terutama di usia senja seperti saya, sudah sebaiknya jika tak dikatakan harus 🙂 .

Barangkali judulnya akan lebih pas, ‘Bersepeda Dan Usia Senja” 🙂

Bersepeda setiap hari, kemanapun pergi, yang menjadi salah- satu pilihan saya selain berlari setiap pagi.
Bersepeda, tak se high impact seperti lari, tapi juga tak se low impact seperti renang.

Bersepeda sesering yang kita bisa terkesan ‘berat’, tapi kenyataannya menjadi salah- satu pilihan yang ‘smart’ dibanding membiarkan segala macam penyakit datang merapat.
Dari kencing manis, gangguan jantung, kolesterol dan asam urat.

Bersepeda, juga adalah, agar usia senja tak sekedar kacamata baca, kerut- kerut dan keriput, atau aroma balsam/ obat gosok yang membuat orang lain mabok😊.

Agar usia senja tak sekedar kulit yang semakin rapuh dan tanda2 penuaan yg semakin banyak.

Juga tak sekedar kemampuan daya ingat yang menurun dan reflek serta metabolisme yang melambat.

Penuaan, apalagi jika tak dibarengi dengan gaya hidup aktif, mengarah diantaranya  ke keluhan sendi- sendi, otot yang melemah dan banyak lagi lainnya.

Melawan penuaan? Jelas bukan dan tak mungkin.

Memperlambatnya? Rasanya ya.

Jikapun menua paling tidak dengan gaya😊.

Menjaga pola dan gaya hidup aktif serta sehat bisa jadi jawabannya.

Berat badan ideal yang terjaga atau paling tidak  mendekati ideal.

Terlatih dengan bersepeda, apalagi dibarengi dengan strength training dan angkat beban membuat tulang- tulang kuat dan padat. Siapa tahu dan semoga, ototpun terlihat 😊.
Semua membuat penyakit- penyakitpun tak tergesa mendekat. Syukur- syukur tak pernah menjadi sahabat.

Banyak kita lihat, di usia bahkan jauh diatas 60an penamat lomba sepeda  dengan waktu yang fantastis. Penamat Tour De ‘ini itu’ pun tak kurang- kurang.
Tak mesti seperti yang saya sebut diatas, walaupun jika mau kita bisa.

Jadi, bersepeda, dan atau lari/ renang, sesering yang kita bisa, sadar maximal detak jantung sendiri( Max. Heart Rate) menjaga detak jantung terendahnya ( Resting Heart Rate) serendah mungkin, dan sekali- sekali memacu detak jantung ke mendekati maksimalnya, rasa- rasanya bisa membuat semburan darah sang jantung tua ini tak jauh- jauh amat dengan jantung- jantung muda😊.

Salam semangat pagi dari Bandung 🙂

Advertisements
Standard

One thought on “BERSEPEDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s