design

Otobike( Cycleped) Saya

TomohonTwelveSizeComparison

Komparasi panjang keseluruhan

 

RINGKASAN.
Dengan geometri yang sama dengan sepeda ‘normal’, dimana posisi pedal, sadel dan stang sama persis, dan roda 12 inchi, rasa sepeda ‘normal’ tetap didapat.
Bonusnya adalah total panjang yang lebih pendek 40cm  dibanding sepeda ‘normal’.

Simpan dimanapun tak lagi sulit dan mudah untuk dibawa- bawa.

Ruang kaki yang ‘kosong’ memudahkan naik dan turun.

Continue reading

Standard
tulisan

Harapan Saya

Yang semula mau saya tulis, “ Tiba- tiba saja, saya memasuki usia KTP seumur- hidup” tentunya tak jadi, karena E-KTP sekarang sudah berlaku seumur- hidup. Untuk semua usia wajib ber KTP. Ternyata.

Jadi saya batal bangga.
Yang masih barangkali,
Saya akan mendapat potongan 20 % untuk tiket kereta- api. Masih satu tahun lagi.
Di kendaraan umum saya berhak atas kursi penumpang lanjut usia. Jika memang ada.
Antrianpun kemungkinan akan mendahulukan saya 😉
Dalam beberapa kumpulan acara bisa jadi menjadi salah- satu yang diminta untuk memimpin doa 😉

Continue reading

Standard
lari

Jangan lari!,nanti..

Sudah pernah lari?
Atau pernah tapi lagi ga suka lari? Jika belum atau pernah tapi lagi ngga, dan sudah cukup happy skrng ini,jangan!
Jadi difikir dulu masak2, jika ada terlintas sedikit saja mau lari atau mau lari lagi.
Sesal kemudian kan repot.
Nanti menyesal karena ternyata lari malah nambah happy.
Nanti menyesal karena lari juga nambah lebih sehat.
Belum lagi nambah fit dan jarang sakit.
Belum lagi nambah kencang badannya.
Parah lagi kalau sampai nambah pede.
Belum lagi ketinggalan kereta, yg lain asyik2 keliatan nambah tua, eh kita ngga.
Jadi jangan ya😊😁

Standard
lari

Niat Lari Tapi Tak Mulai Mulai

Pernah dengar? “Lari jaman sekarang ga lagi murah ya”.
Iya juga kali.
Sepatunya, Jarang yg mau pake lokal. Celananya, apalagi jerseynya jika lagi2 kudu bikinan luar. Belum lagi jam pintarnya, yg bisa bantu ukur segala macam. Dari pace, trek, detak jantung, VO2 max, kalori dan ukur2 apa lagi lainnya, yg saking banyak kebisanya sampe bingung,” eh pacenya brp tadi ya”. Atau beres lari, salah2 pencet, hilang sekian km dapat hah heh hoh. Ga kerekam😊.
Tempat larinya? Pasti tak sekedar sekitaran rumah.

Continue reading

Standard
event

Tambora Challenge

TamboraChallenge2018

Terengah sampai juga dibukitan kecil yang tak seberapa tinggi. Tapi terik matahari Sumbawa tak hanya membuat lemas dan badan yang basah kuyup oleh keringat, tapi juga seolah berlari kepuncak bukit berketinggian ratusan meter.

Sinyal telfon selular yang semakin kecil dan akhirnya hilang membuat saya berlari kearah posisi yang paling tinggi, berharap semoga saja mendapat sinyal.

Agar bisa melanjutkan update posisi terakhir pelari- pelari.
” Siapa saja Kang, yang sudah sampai di check point 1?”.
” Panas atau hujan Kang?” .Dan sekian pertanyaan- pertanyaan lain yang masuk.

Sumbawa barat sudah lewat. Tinggal lagi Sumbawa Besar dan Dompu.

Dengan batas waktu total 72 jam, 50 pelari harus menyelesaikan jarak sejauh 320 km.

Sendiri 320 km atau berdua, relay, masing- masing separuhnya.

Dan separuhnya saja adalah nyaris empat kali full marathon.

320 km trek lari aspal panas disiang hari, angin kering dan kesunyian malam harinya.

Tambora, letusan dahsyat april 203 tahun lalu. Letusan yang mengubur 3 kerajaan dilerengnya, Tambora, Sanggar dan Pekat, beserta seluruh penduduknya.

Tambora, letusan yang menimbulkan Tsunami yang menyapu Jawa Timur sampai Kepulauan Maluku.
Letusan yang membuat musim semi 1815 di langit Eropa berbeda. Adanya hujan disertai badai, yang biasanya tak ditemui ketika akan memasuki musim semi.
Tambora adalah juga 50 pelari yang akan bertekad berlari ultra ratusan kilometer, start di Sumbawa Barat, terus kearah timur dan finish di Doro Ncanga, lereng Tambora.

Tekad yang menunjukan kekaguman akan dahsyatnya kekuatan alam Tambora.

Sampai jumpa di garis start.

Standard
Jalan- jalan

Keluar Kota Pakai/ Bawa Sepeda

Keluar kota dengan transportasi umum( pesawat, bus, travel atau kereta api), sekaligus gowes dari rumah dan ketujuan nantinya masih selalu menjadi ide yg menarik.

Gowes dari rumah ke stasion/ pool/ terminal seringkali tak lebih lambat dibanding pakai ojek/ taxi online. Apalagi saat sampai bisa langsung gowes
Tak mesti tunggu2 lagi transportasi berikutnya.

Ada yang belum pernah? Coba deh😊😁

Ohya, jika pakai kereta api, jangan lupa, sebelum naik ke kereta, hubungi kondektur untuk membantu penempatan penyimpanan sepeda lipat atau non lipat dalam keadaan tak terakit( dimensi maksimal 70x48x30 cm).
#rideandfly

Standard
tulisan

Lucid Dream

Saat usia sekolah saya sering alami mimpi yg didalamnya saya menyadari sedang bermimpi.
Terkadang, jika mimpinya asyik dan terbangun, saya bisa ‘sambung’ lagi sang mimpi tadi.
Sekali2 bagian2nya meloncat. Tak selalu pas nyambungnya.😁

Setelah selama ini tak begitu terperhatikan. beberapa tahun belakangan agak semakin sering saya alami.
Akhirnya malah saya suka ‘main2’.
Semisal dalam mimpi saya sedang ada diketinggian bibir jurang. Karena saya sadar sedang mimpi, ” Ah loncat ah”😁
Tapi kadangkala si mimpi terasa sedemikian nyata sampai2 saya ragu mau lakukan hal2 diatas tadi.”Duh ini lagi mimpi bukan ya”.

Tak selalu berhasil, kadang saya juga ‘bisa’ merancang mimpi. Berlari di kehijauan, muncak gunung2 yg belum pernah sebelumnya, bersepeda jauh dengan sepeda rancangan sendiri😊.

Yang lucu sekaligus konyol, tapi saya sukai adalah, saat mimpi ketemu yg cantik.
Terbayangkan apa saja yang bisa saya lakukan?Sssst😁

Oh beberapa malam lalu saya mimpi tiduran di hammock. Diketinggian pohon.
Asyik berayun, saya seperti sadar, wah dikenyataan saya pasti ga berani. Bolehlah berayun lebih kuat. Jikapun tali putus atau lepas toh kan dalam mimpi.
Gedebut! Entah tali terlepas atau putus saya terjatuh.
Sakitnya koq nyata.
Ternyata memang senyata- nyatanya saya jatuh dari hammock.
Ternyata juga saya ketiduran di hammock.
Beruntung hanya setinggi 1/2 m saja dari atas lantai papan.
Talinya putus!

Standard
bike

mini velo

Lipatannya tanpa clamp dengan sumbu putar vertical bersudut 6° kekiri( horizontal) terhadap sumbunya.
Dimaksudkan agar lipatan frame belakang jatuhnya ada disebelah kiri frame depan.
Posisi sumbu putar sendiri ada dibelakang bawah seat tube.Seat tube terbagi dua dimana bagian atasnya juga bisa dilipat kedepan saat frame dilipat.Seat stay dan setengah atas seat tube ini terkunci dengan quick release pada sumbu melintang di bagian atas setengah bawah seat tube.

Standard
tulisan

Tiada Elang Akulah Elang, Kata Belalang

hqdefault-11757351822375074973.jpg

Urusan masak memasak sudah pasti ibunya anak2 bintangnya.
Gesit cekatan dan efisien.

Selesai masak selesai juga cuci2 beres2 alat2 masaknya.
Dapurpun kembali bersih seolah belum dipakai.
Rasa masakannya? selalunya juara.
Sekali2 saja ” ga keasinan?,” ngga, enak koq, err agak deng, dikiiiit”😁.

Sekali2 juga,” tolong cuci2 beres2in ya”😁.

Saya sebenarnya suka masak.
Saat kuliah setiap sempat saya selalu usahakan masak sendiri.

Walau alasan yang lebih tepatnya adalah karena tak mampu beli masakan jadi diluaran.

Apalagi kalau sendiri didapur. Rasanya sudah seperti chef saja.
Bedanya kalau chef betulan icip2nya cukup sedikit saja, sementara saya habis icip2 10 sendokpun masih belum tau kurang apa atau kebanyakan apa.

Masak memasak saya dulu bisa juga berarti sekedar hangatkan kornet masih dalam kaleng yang karena terburu buru tak dibuka dulu, dalam panci isi sedikit air dan terus masuk menunggu dikamar karena mengantuk.
Dan baru sadar setelah terbangun karena suara seperti ledakan didapur disusul pemandangan menyeramkan, panci yang pecah diatas kompor dan sang kornet yg semula saya kira hilang entah kemana yg ternyata akibat ledakan tersebar menempel diplafon dapur.

Masak memasak saya bisa juga berarti perut sudah dan lanjut melilit karena rice cooker lupa dicetrekin.

Ceplok atau rebus telor? Gampang.

Tumis irisan daging, bumbu lengkuas, daun sereh dan daun jeruk, tambahkan buncis atau sayuran lain?Bisa lah.

Steak sayapun juara.

Paling tidak ketiga anak2 saya suka steak bikinan saya.

Padahal hanya has dalam 125 – 200 gram.

Marinade pakai garam merica & oregano.

Diatas wajan, dengan sedikit minyak diatasnya.

Siapa tahu entah kapan dan masih ada umur steak saya going public😁

Hal2 diatas tentu saja saat sang nyonya tak didapur.
Jika ada saya tak cukup percaya diri😁.

Setelah sekian lama sepertinya saya harus hapus cita2 untuk bisa beneran masaknya.
Jadi tetap saja seputaran ‘masak seadanya’ atau sekedar hangatkan atau ya serahkan kepada ahlinya.

Kemarin2 ini saat kami jalan2, berniat mengganti micro wave kami yg sudah uzur, tak sengaja melihat alat masak model lain.
Semacam alat masak steamer/ convection oven.
Sebutannya Cubie. Lucu ya.
Tampilannyapun begitu.
Sepertinya memudahkan untuk chef wannabe kaya saya.
Dan ternyata Kakak, sang anak yg juga suka makan dan suka masak ini, yg juga semakin mau makan sehat, sependapat.
Jadi, semoga saja sang cubie beneran bisa membantu saya ‘bisa masak’.
Paling tidak, saat sang nyonya tak didapur, saya bisa percaya diri masak.

“Tiada Elang Akulah Elang, Kata Belalang” 😊😁

Standard