tulisan

Tiada Elang Akulah Elang, Kata Belalang

hqdefault-11757351822375074973.jpg

Urusan masak memasak sudah pasti ibunya anak2 bintangnya.
Gesit cekatan dan efisien.

Selesai masak selesai juga cuci2 beres2 alat2 masaknya.
Dapurpun kembali bersih seolah belum dipakai.
Rasa masakannya? selalunya juara.
Sekali2 saja ” ga keasinan?,” ngga, enak koq, err agak deng, dikiiiit”😁.

Sekali2 juga,” tolong cuci2 beres2in ya”😁.

Saya sebenarnya suka masak.
Saat kuliah setiap sempat saya selalu usahakan masak sendiri.

Walau alasan yang lebih tepatnya adalah karena tak mampu beli masakan jadi diluaran.

Apalagi kalau sendiri didapur. Rasanya sudah seperti chef saja.
Bedanya kalau chef betulan icip2nya cukup sedikit saja, sementara saya habis icip2 10 sendokpun masih belum tau kurang apa atau kebanyakan apa.

Masak memasak saya dulu bisa juga berarti sekedar hangatkan kornet masih dalam kaleng yang karena terburu buru tak dibuka dulu, dalam panci isi sedikit air dan terus masuk menunggu dikamar karena mengantuk.
Dan baru sadar setelah terbangun karena suara seperti ledakan didapur disusul pemandangan menyeramkan, panci yang pecah diatas kompor dan sang kornet yg semula saya kira hilang entah kemana yg ternyata akibat ledakan tersebar menempel diplafon dapur.

Masak memasak saya bisa juga berarti perut sudah dan lanjut melilit karena rice cooker lupa dicetrekin.

Ceplok atau rebus telor? Gampang.

Tumis irisan daging, bumbu lengkuas, daun sereh dan daun jeruk, tambahkan buncis atau sayuran lain?Bisa lah.

Steak sayapun juara.

Paling tidak ketiga anak2 saya suka steak bikinan saya.

Padahal hanya has dalam 125 – 200 gram.

Marinade pakai garam merica & oregano.

Diatas wajan, dengan sedikit minyak diatasnya.

Siapa tahu entah kapan dan masih ada umur steak saya going public😁

Hal2 diatas tentu saja saat sang nyonya tak didapur.
Jika ada saya tak cukup percaya diri😁.

Setelah sekian lama sepertinya saya harus hapus cita2 untuk bisa beneran masaknya.
Jadi tetap saja seputaran ‘masak seadanya’ atau sekedar hangatkan atau ya serahkan kepada ahlinya.

Kemarin2 ini saat kami jalan2, berniat mengganti micro wave kami yg sudah uzur, tak sengaja melihat alat masak model lain.
Semacam alat masak steamer/ convection oven.
Sebutannya Cubie. Lucu ya.
Tampilannyapun begitu.
Sepertinya memudahkan untuk chef wannabe kaya saya.
Dan ternyata Kakak, sang anak yg juga suka makan dan suka masak ini, yg juga semakin mau makan sehat, sependapat.
Jadi, semoga saja sang cubie beneran bisa membantu saya ‘bisa masak’.
Paling tidak, saat sang nyonya tak didapur, saya bisa percaya diri masak.

“Tiada Elang Akulah Elang, Kata Belalang” 😊😁

Advertisements
Standard