sepeda

Sepeda Motor Saya

PhatScooterFedEx002
Transportasi hari2 saya nomor 1 sudah pasti sepeda. Setelahnya adalah transportasi umum.
Jika suatu saat terfikir untuk juga ber sepeda- motor, electric scooter semacam ini bisa jadi adalah pilihan saya.
Sudah tak polutif, tak bising dan kecepatannyapun terbatas. Sudah pasti masih dalam batas yang dibolehkan.
Seperti sepeda, jadi tak perlu sim C.
Kecuali motor dan batterynya, dilihat dari desainnya sepertinya bisa dibuat sendiri dibengkel las yg dekat2. Ya kan?😊

Continue reading

Advertisements
Standard
sepeda

Sepeda Lipatnya Sudah Pasti Asyik, Apalagi Elektrik :-)

IMG_44065Setelah Trike, mtb, minivelo, onthel, citybike, dan persis sebelumnya juga sepeda lipat, link d16 ini adalah sepeda ber e-bike kit ke 7 yang saya pakai.
Bersepedanya sudah membuat jatuh  hati. Ber e- bike kit? Apalagi 🙂 .
Tetap bisa digowes seperti sepeda jenis manapun, tetap berkeringat err maksudnya, tak seberkeringat seperti biasanya :-), dan tetap hijau, sunyi senyap tak berasap.

Ber e- bike kit artinya, jangkauan yang lebih jauh dan daya tempuh yang lebih lama.
Tanjakanpun tak lagi begitu pedas.
Dikayuh sama, hanya seakan ada yang bantu mendorong sehingga terasa lebih ringan.

Continue reading

Standard
cycling, design, review

Banda Neira, Sepeda Elektrik Nan Cantik

Tampil imut beroda kecil 20 inch, sepintas mirip sepeda lipat, adalah review berikut dari LOGR model  Banda Neira.

Geometri sepeda dewasa dengan roda lebih kecil. Tentunya menyebabkan seat stays dan head tube lebih panjang dari biasanya. Unik.
Bertenaga battery 250 watt/ 36 Volt yang menggerakkan dinamo hub depan sudah lebih dari cukup untuk gowes hari- hari. Tak hanya dijalan- jalan datar,sedikit tanjakanpun tak mesti khawatir.

Sama seperti LOGR Java, penggeraknya adalah hub depan.
Battery yang lebih kecil memberikan banyak pilihan penempatan battery. Ditas/ kantong depan atau belakang.
Jadi tak perlu rak lagi.

Kelengkapannya adalah:

  • motor pada hub depan,
  • battery  berikut controller dan lubang charger di tas/ kantong,
  • On/off, +/- naik turunkan torsi di handle bar kiri, , display ditengah dan gas di handle bar kanan. Akses yang mudah.
  • Kabel penghubung battery ke dinamo cukup panjang jika ingin battery disimpan ditas/ kantong belakang.
  • Rak depan lebar dan unik.
  • Gear internal matic menggantikan cassette. jadi tak ada gear shifter. Baik depan maupun belakang. Sangat praktis.

Handling, standar roda kecil. Hanya saat bergerak perlahan agak berat dengan battery di tas/ kantong depan. Selanjutnya biasa- biasa saja.
Trek Dago turun ke jalan Sumatera dan tanjakan mulai Cipaganti, Setiabudi, sampai Gegerkalong cukup ringan dan nyaman- nyaman saja tanpa bantuan elektriknya( Lupa di charges sebelumnya 🙂   )

Update:
Sore hari tadi, jumat, 16 des, setelah charges penuh malam sebelumnya, setelah juga putar- putar dikota, Cipaganti dan Setiabudi yang menanjak rupanya bukan kesulitan sama sekali bagi Sang Banda Neira. Hampir sampai 27km/ jam tanpa bantuan gowes sama sekali, dengan torsi di posisi 3. Wuzz wuzz wuzz 

Masih bersambung dengan detil lainnya lagi. Salam 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Standard