berbagi, fit, healthy, tulisan

Usia 60an..

Apa ya, yg mungkin diharapkan atau tak diharapkan terjadi di usia 60an?

Yang tak sekedar kacamata baca, kerut- kerut dan keriput? Atau aroma balsam/ obat gosok yang tercium lebih kuat dari parfum?😊.

Kulit yang semakin rapuh.

Tanda2 penuaan yg semakin banyak.

Kemampuan daya ingat menurun. Reflek melambat. Metabolisme pun sama.

Penuaan, apalagi jika tak dibarengi dengan gaya hidup aktif, mengarah diantaranya  ke keluhan sendi- sendi, otot yang melemah dan banyak lagi lainnya.

Melawan penuaan? Jelas bukan dan tak mungkin.

Memperlambatnya? Rasanya ya.

Jikapun menua paling tidak dengan gaya😊.

Menjaga pola dan gaya hidup aktif serta sehat bisa jadi jawabannya.

Berat badan ideal yang terjaga atau paling tidak  mendekati ideal.

Terlatih dengan strengt training dan angkat beban membuat tulang- tulang kuat dan padat. Ototpun terlihat.

Semua membuat penyakit- penyakitpun tak tergesa mendekat. Syukur- syukur tak pernah menjadi sahabat.
Banyak kita lihat, di usia bahkan jauh diatas 60an penamat lari marathon dengan waktu yang fantastis. Penamat triathlonpun tak kurang- kurang.
Tak mesti seperti yang saya sebut diatas, walaupun jika mau kita bisa.

Sekedar 2- 3km lari 4-5 kali seminggu. 

Dengan pace yang diusahakan baik, bersepeda atau renang, sesering yang kita bisa, sadar maximal detak jantung sendiri( Max. Heart Rate) menjaga detak jantung terendahnya ( Resting Heart Rate)serendah mungkin, dan sekali- sekali memacu detak jantung ke mendekati maksimalnya, rasa- rasanya bisa membuat semburan darah sang jantung tua ini tak jauh- jauh amat dengan jantung- jantung muda😊

Salam..

Advertisements
Standard
tulisan

Sehat tak mesti mahal. Sakit iya :)

image

Ilustrasinya barangkali seperti ini.
Saat sakit, produktifitas terhenti. Ditambah lagi obat2an yg tak pernah murah harus dibeli.
Apalagi lagi jika harus rawat- inap berhari- hari.
Dan…itu- ini itu- ini,  panjanglah kesananya pasti.
Sementara untuk sehat tak sulit dicari.
Asupan dan olah- tubuh sesering kali.
Asupan? Pastinya kita tahu, mana yg baik mana yg seharusnya dihindari.
Olah- tubuh? Bisa sekedar jalan, renang, latihan di gym, atau lari 🙂 #larilagilarilagi
Masih mau ditambah tampil lebih kece lagi?
Aplikasi2 gratisan semacam rittr lab( push ups, sit ups, pull ups, squats) bisa amat sangat membantu sekali( android & iphone)
Tak ubahnya Personal Trainer yg telaten, selalu tampil ramah, on time, tak berbayar,  daaaan minus kekhawatiran dapat yg  genit2 lagi :mrgreen:
Yuk ah semangat untuk tetap sehat dan tampil keceh berseri 🙂
http://www.rittr.com/

Standard
berbagi, fit, healthy, running, sehat, sport, trail running, tulisan, ultra running, ultra trail running

I’m Saving My Life

image

Satu tahun kemudian lari2 setiap hari masih sebagai therapi asma saya.
Artinya jika dijalankan Alhamdullillah asma tak menyapa.
Asthma controller pun bisa dikesampingkan.
Sebaliknya, jika tak dilakukan rutin, seperti yg saya coba belakangan ini, dgn niat agar tak terlalu bergantung pada lari- berlari, Alhamdullillah ketemu lagi:)
Dan asthma controllerpun ambil alih kendali.
Tak ketinggalan sang inhaler urun rembug untuk setiap serangan yg ‘berhasil’ lolos dari sang asthma controller.
Serangan yang lumayan menguras tenaga. Serangan yang meluluh- lantakan pertahanan diri.
Saluran nafas yg menyempit, menyesakkan dada, amat sangat dekat pada  cekikan yang mematikan.
Seringkali membuat saya heran dan takjub; anak- anak pengidap asma. Bagaimana usia- usia kanak- kanak mengatasinya, jika se usia ‘dewasa’ saya saja sudah dibuat repot.
Sedikit berbeda , dan harus saya syukuri, jika tak dikatakan ‘kemajuan’ adalah, sekarang saya bisa kurangi porsi larinya ke separuhnya. Jadi dari yang selalunya 10k, menjadi 5k setiap hari. Alhamdullillah.
Artinya saya tak terlalu tergantung sekali dgn angka 10k.
Tak berarti saya tak suka banyak- banyak lari.
Sebaliknya malah.
Saya sukaaa sekali lari. Saya jatuh cinta kepada lari.
Lari, olah tubuh, aktifitas luar ruang, yg, pada dasarnya mengandalkan hanya badan/ tubuh kita saja.
Keren.
Lari.
Saat saat saya merasa ‘peduli’ dengan jiwa dan raga saya. Saat saat saya pribadi. Me time.
Saat saat saya menemukan ilham, ide, inspirasi. Hal- hal yang mencerahkan.
Saya rindu akan lari- lari jauh saya. Sendiri atau bersama yang lain.
Belasan k, half atau bahkan fullmarathon.
Apalagi lari- lari ultra.
Spontan lari keluar kota. Lari- lari muncak gunung. Atau membelah pulau, dari pantai diujung yang satu, ke pantai diujung seberangnya.
Jadi saya beruntung sekali. Jika memang lari adalah therapi asma saya, maka dengan amat sangat senang sekali saya lakukannya.
Rupanya ada hal lain yang harus saya pelajari.
Belajar untuk tetap terhindar dari kambuhnya asma tanpa terlalu bergantung kepada lari- berlari.
Jadi jika pun toh saya lakukan lari- berlari saya, memang karena menjaga sehat dan suka saya.
Bukan karena hanya menghindari kambuhnya asma.
Semoga saya dimudahkan untuk mencoba tetap bisa berlari, sampai tak mungkin lagi.
Aamiin.
Salam:)

Standard

image

biking, cycling, fit, healthy, olahraga, sehat, sepeda, sport, tulisan

GoWest!

Image
adventure, cerita

Lari Gambung – Cileunca – Banjaran, Dan Monster Steak

Tak menunggu lama sang monster steakpun tersaji.

Iyalah, wong medium rare. Disamping memang sudah liwat jam- jam makan siang juga.
1, ya satu, kilogram has dalam tergolek cantik manis menggoda di.. piring sih, tapi berbentuk pipih segi empat, berukuran tak biasa, selebar serbet makan  berbahan damas. Diatas meja didepan saya.
Sementara si akang waiter seperti yang sudah saya duga, terheran- heran.
Pendampingnya kentang  & salad. Agak tak biasa, kentangnya dibuat kripik, bukan tumbuk atau frenchfries.
Di salah- satu resto dari yang banyak berderet sepanjang jalan Riau.
Dan salah- satu menunya adalah Monster Steak.
Asli 1 kilogram has dalam. Jika mau mereka bisa timbangkan dulu sebelum disiapkan.
Persis beberapa saat, sebelum perlahan tapi pasti, akhirnya sampai ke potongan terakhir monster steak saya, Akang manager tiba- tiba muncul didepan saya.
“Damang Kang?”
“Alhamdullilah Kang, moga sama juga”..
Sapaan ramahnya berlanjut dengan,” Kang, anak- anak( maksudnya waiters) pada taruhan, Akang bisa ngabisin ga ..”.
” 🙂 “.

salah- satu dari beberapa menu lainnya yang monster- monster juga, biasa dipesan untuk 4 orang.

Itupun masih 250 gram per orangnya.

Pagi hari sebelumnya saya memulai lari- lari sendiri saya. Start di ketinggian 1400m Kampung Gambung. Dilereng Gunung Tilu. Masuk kabupaten Ciwidey. 35km selatan Bandung.

Trek melipir dikaki gunung Tilu. Arah danau Cileunca. Kemudian lanjut menurun kearah Banjaran.
60an k.
Hanya sedikit porsi disiapkan untuk sang monster ini setiap harinya..
Salah- satu dari promo mereka.
Harganya super murah untuk seukuran  raksasa ini.Berkualitas baik. Saya tahu sekali.
Jika disatu tempat saya ragu dengan daging steaknya saya cukup pesan blue rare atau rare. Minta hanya di marinade sebelumnya dengan garam laut, sedikit merica dan oregano. Mutlak saus dipisah. Jika menolak, artinya daging mereka jelek. Jika ya, boleh berharap baik 😉 .
Tak sedikit yang mengharuskan kita merogoh kocek sampai nyaris 100an ribu untuk 125 gram steak .  Bukan has luar. Apalagi has dalam. Padahal dikelas Warung Steak biasa.
Dengan banyak lemak disana sini.
Cukup mereka marinade lama sebelumnya dengan bermacam- macam bumbu. Semakin semarak, semakin aneh, semakin ‘tertutup’ jeleknya sang daging.
Istilah saya untuk ini adalah ‘ Daging bumbu’.
Tak berarti tak ‘enak’. Sebaliknya. Buktinya banyak warung- warung steak( yang sekarang sudah menyebut diri Steak Resto atau ada yang berani dengan Steak House) laku. Selalu penuh.
Padahal ya daging bumbu tadi. Daging yang bukan ‘daging’. Jadi yang ‘enak’ adalah bumbu- bumbunya. Dan sang daging hanyalah sekedar media.

Dikita, asal pedas, panas, di goreng atau bakar, apapun bisa jadi enak. Sekedar aci( tepung tapioka) pun diburu. Cireng kan?
Sekali waktu saya antar seorang klien, yang minta dibuatkan resto & cafe, coba menu steak ke beberapa tempat di Jakarta. Mulai dari kelas Warung Steak sampai Steak House sekelas O*tb@ck.
Disalah- satu, lokal, amat sangat terkenal, kami pesan 3 ( tiga ) menu steak, dengan tingkat kematangan berbeda( rare, medium, well done), lokal, US & NZ. Seperti tertera di menu.
Kami temui, ketiganya dari bagian sapi yang sama dan lokal. Disiapkannya saja yang berbeda. Jangan- jangan dari satu sapi yang sama.
Ditambah adegan mencelatnya garpu saya 😛 .
Harganya? Tahun 2004an, 75rb sampai 125rb, umtuk 125 gram? tak sepadan.

Bersambung

Standard
cerita, motivation

PERUT RATA DAN BOKONG YANG SEDIKIT ADA

perutrata

Sejak menikah 35 tahun lalu, berat badan saya tak berubah sama sekali.

Dengan tinggi badan yang sayangnya tak sampai 170cm kurang sedikit( sengaja saya tulis sedikit, agar terkesan dekat ke 170cm 😛 ), berat badan saya tetap di 58kg.

Agak kurang untuk disebut ideal.

Tapi saya cukup sehat dan senang- senang saja. Bahkan merasa selalu bisa bergerak lincah.

Rasa- rasanya demikian juga dengan perut dan    bokong saya.

Merasa ‘gendut’ jika baru saja makan agak banyak. Dan bokong? Tak istimewa bak peragawan, tapi yaa ada sedikitlah, tak rata- rata amat.

Candaan diri kesukaan saya adalah ‘ badan harus menghadap kedepan’. Yang saya maksud adalah perut rata, bokong sedikit ada. Karena jika perut ada dan bokong rata, artinya kan sebaliknya, saya merasa berdiri menghadap kebelakang( just kidding 😛 ).

Maaf saya tak berniat menyinggung siapapun.

Tadi malam, kebetulan saya harus selesai duluan dengan lari- lari malam saya di Eiger Thursday Night Run.

Tak sengaja ada beberapa teman wiraniaga di resto sebelah- sebelah  yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya punya perut rata.

Jaman apa- apa bisa bertanya ke Mbah Google, saking banyaknya mungkin membuat bingung mana yang dipilih.

Saran saya, sambil menunggu menemukan yang diinginkan, yang sesuai, barangkali beberapa hal yang sudah dan masih saja saya lakukan bisa dicoba.

1. Gerak, gerak dan gerak.

Keputusan saya dan nyonya untuk sejak menikah mengerjakan semua urusan/ kerjaan ruman, anak dan tetek- bengeknya sendiri membantu sekali untuk hal ini.Sapu, ngepel, bersih- bersih. Sampai- sampai saking seringnya bergantian menggendong nina- bobo anak2 kami saat kecil, membuat saya, jika berdiripun goyang- goyang sendiri, bergerak seolah  saya sedang menina- bobokan anak saya 😛

Menghindari menggunakan mobil sendiri jika memungkinkan.

Jika ya, selalunya tak terganggu dengan parkir mobil yang jauh dari kemana kami harus berada.

Menghindari lift/ eskalator semampu- mampunya.

Saat anak- anak di usia ‘ bisa dimintai tolong ambil itu ini’ seringnya saya lakukan sendiri.

Saya bukan tipikal suami yang harus selalu dilayani. Walau sang nyonya selalu siap dan senang hati lakukannya.

Sekedar buatkan suguhan untuk tamu saya, tak mesti minta tolong orang rumah. Apalagi untuk sendiri.

Dapur saya tak mahal. Tapi husband friendly 😉

Saya bisa nyaman siapkan teh atau kopi, cuci- cuci sampai siapkan sendiri sarapan pagi.

Walau selalumya sudah keduluan sang istri.

2. Urusan asupan saya tak punya pantangan. Semua suka. Bahkan sukaaaa sekali.

Tapi tak satupun yang menjadi keharusan.

Saya bisa tahunan tak makan nasi. Saya bisa diet apapun jika harus.

Berusaha tak sering-sering tentu saja goreng- gorengan, jeroan, yang terlalu berlemak, manis- manis dan bumbu yang terlalu tajam, kecuali pedas.

3. Berusaha sesering- seringnya bepergian.

Sering bepergian tak berarti tak betahan diam dirumah.

Saya suka dengan ungkapan “Selalu semangat pergi meninggalkan rumah, karena akan banyak mengalami/ menemukan banyak hal- hal baru.

Dan tak kalah semangatnya saat akan pulang, karena akan bisa ‘ istirahat’ sesuka dan senyaman suasana rumah sendiri”.

4. Persoalan dan masalah? Siapa sih yang tak punya sama sekali?

Tentunya saya tak terkecuali.

Saya tak membiarkan untuk memikirkan 1 persoalan/ masalah saya di waktu 24 jam saya dalam sehari.

Masih banyak hal itu- ini yg harus saya bagi.

Jadi, jika ada 1 hal tak juga kunjung selesai secara membuat saya happy, ya biar besok2 aja lagi.Toh dipikirin terus juga tetep we gitu lagi gitu lagi.

5. Sejak 5 tahun lalu saya tambahkan dengan berlari trel.

Larinya sendiri kita semua tahu manfaatnya. Lari trel?

Gerakan naik/ turun( turunan dan tanjakan), kaki yang banyak diangkat lebih tinggi,membuat otot perut banyak dirangsang untuk menjadi kencang. Suasana dan pemandangan yang hijau, udara lebih bersih, semua- semuanya adalah hal- hal mudah dan indah yang membuat lebih cepat lagi ke “PERUT RATA DAN BOKONG YANG SEDIKIT ADA”.

Eh sudah waktunya sepedahan dan lari pagi sambil pungut2 sampah ini.

Yuk atuh,

Selamat  pagi, selamat hari jumat 🙂

Standard
komunitas, motivation, olahraga, running, sport

Ameng Atuh Ka Bandung..

image

“Ameng Atuh Ka Bandung”..
Tak hanya tempat belanja baju & celana, jalan2 suka2, jalan kaki atau pake sepeda(punya sendiri atau sewa),  kuliner dimana saja( dari kali-lima sampai resto/ cafe yg gaya),  bandungpun ramah bagi yg suka olahraga.
Dari lintasan Pajajaran sampai lapang Saparua. Dari Lapang Upi sampai Sorga
http://www.infobdg.com/v2/6-jogging-track-di-bandung/ #explorebandung #infobandung #pemkotbandung

Standard

image

Uncategorized

Running Against All Odds

Image

image

Uncategorized

Keep…

Image

image

Uncategorized

Monday, Tuesday, Wed……

Image

image

Uncategorized

Runner with asthma

Image
event, Hash, komunitas, mountain running, olahraga, running, sport, trail running

Lari- Larinya Teman Senior Kita di Universal Hash House Harrier

InaAnwarSurahman001

Sedikiiit saja kembali ke UniversalHash HouseHarrier Trail Running Race 2014, minggu lalu.
Awal 80an saya kenal beberapa kelompok pegiat lari lintas- alam( seperti kita sekarang, lari trel) dikota Bandung.
BHHH( Bandung Hash House Harrier), yang sering diplesetkan menjadi Bandung Hah Heh Hoh, Pelita( Pelari Lintas Alam), Pola86( Penggemar Olahraga Lintas Alam). 86, percaya atau tidak, teman2 senior nan kencang2 ini,sejak 1986 sampai rabu lalu tak pernah terputus lari setiap hari rabu sorenya.
Virgo( lupa singkatannya apa). Dan beberapa lagi. Jika tak salah malah ada belasan.
Jadi, kami di Bandung, punya banyak sekali pilihan. Belasan kali dalam seminggu. Setiap pagi dan sore,mulai senin sampai minggu.
Dan bisa terjadi ada beberapa komunitas dengan masing2 treknya di waktu yang sama.
Kebanyakan dari mereka bahkan adalah pelanggan2 saya menginap.
Jadi sabtu c/i. Minggu pagi mereka berlari.
Dulu.
Sayang sekali saat itu saya belum bisa berlari 😦 .
Ups, kembali ke yang saya maksud.
Konon komunitas lari seperti Universal HHH ini berasal dari Malaysia.
Trek lari yg ditandai sebelumnya dengan potongan2 kertas atau bubuk kapur.
Yang melakukan taburan ini disebut Hare.
Kita- kita, pelarinya disebut Hounds. Pelari yang mencari dan mengikuti jejak yang dibuat oleh sang Hare tadi. Biasanya dilakukan sehari sebelumnya.
Start/ finishnya adalah Beer Truck( Ah pantas, sebagian masih pertahankan tradisi ini).
Nah Universal Trail Running Race 2014 kemarin ini adalah kurang- lebih cara teman2 senior kita memperkenalkan lari- lari mereka.
Medannya? Ya seperti yang kita lalui kemarin ini. Semak2, blusukan. Naik- turun. Dan secara horor.
Jadi jika kita temukan tanda2 arah kemarin ini, ya adalah bonus. Karena biasanya mereka benar2 mengandalkan hanya taburan kertas saja.
Keamanannya hanya, adanya tim sapu- bersih 🙂 .

Mohon maaf jika kemarin ini membuat sebagian teman2 kesal, jengkel dan ngambek dengan treknya yg tak ‘sopan’.
Tapi percaya lah, tak ada maksud lain, selain sama- sama mengajak siapapun untuk mencintai lari.

Oh ada tambahan sedikit lagi untuk kita ketahui soal Hah Heh eh HHH ini.
– On On:
a. Nada tinggi panjang, terus menurun : tanda awal untuk memulai kegiatan Run, diteriakkan oleh Hash Master.
b. Bersemangat, nada tinggi pendek-turun : tanda Hound telah menemukan jejak kawul yang benar.
c. Nada naik turun pendek : salam persahabatan antar Hasher saat berpapasan di jalan.
d. Nada rendah pendek : minum-minum di senja hari setalah selesai Hash Run.
– Down Down:
Seni meminum habis segelas penuh bir dengan sekali teguk dengan iringan lagu Down Down dari para Hasher. Jika tidak habis, sisa bir harus di guyurkan di kepala. Down Down diberikan oleh Hash Master/Mistress atau R.A. sebagai suatu tanda penghargaan (an axclusive honour) yang boleh di protes tapi tidak dapat di tolak, apapun juga alasannya.
– Harriete: Sebutan bagi seorang Hasher wanita.
– Puppy: Hasher kecil berusia antara 3 – 12 tahun.
– On Sec: Hasher yang bertugas melaksanakan pencatatan semua data kegiatan Hash Club,administrasi/surat menyurat, statistik, keuangan, penerbitan Hasheet dll.
– Hash Liaison: Hasher yang bertugas menghubungi sponsor dan menjamin adanya beer & minuman lainnya baik di Regular Run Site maupun didalam kegiatan Hash lainnya (Party, Picnic Run Dll).
– Hash Flash: Hasher yang bertugas mengabadikan semua peristiwa Hash dalam Photo/slide/film/video.
Jadi kemarin ini saya sedikiiiit membantu melakukan sebagian pekerjaan2 sebagai Hash Liaison dan Hash Flash 🙂
Sampai jumpa di On On tahun depan. Salam

 

Sumber: http://kobahash.blogspot.com/2012/06/daftar-istilah-hash.html

Standard
adventure, event, mountain running, olahraga, running, sport, trail running, tulisan, ultra running, ultra trail running

Mengenal Medan Berlari Trel

runLimitless

Pantai Pendawa Bali. Garmin Photo Session.

Hak gambar ada pada Patricia Heny.

Mengenal medan lari trel yang ada di kita. Dan bagaimana kita ‘menikmatinya’. Atau: mempersiapkan diri untuk sebagian. Sebagian lain biarlah kejutan 🙂 .
Sepertinya kita sepakat, bahwa lari trel adalah lari  selain dijalan yang menarik sekali. Menyehatkan, menenangkan, menghibur. dan biasanya menyenangkan. Terkadang saja menyebalkan.

Banyak hal menarik yang ada di lari- lari trel tanah- air. Yang mungkin tak ada ditempat lain.
Do’s & don’ts ditempat lain bisa jadi berbeda atau bahkan  tak berlaku di kita.
Ditempat lain mungkin ya bisa berlaku, “Usahakan jangan  berlari sendiri ditempat yang baru”. Ditempat lain yang sudah sedemikian membudayanya berlari. Tak sulit mencari teman.
Apalagi lari muncak gunung. ” pelajari dahulu trek yang akan dilalui.Beri tahu orang terdekat, kapan kita berangkat dan kapan perkiraan turun”.
Tentu saja berlaku juga di kita.
Atau, seringkalinya malah setelah beres muncak sendirian, lebih dulu saya sampai dirumah ketimbang whatsapp saya terbaca orang rumah 🙂 .

Trek1- trek2-

Lereng Gunung Burangrang. Atau di perkampungan dipinggiran kotapun mirip- mirip seperti ini kan? 🙂

Kiri: Trek di Gunung Burangrang. Kanan: Tangkubanparahu.

Satu.
Kita mulai dari yang termudah. Dengan trek seperti diatas. #newbiefriendly .

Kelengkapan: sepatu trel dan atasan bawahan jersey jika ada. Jika tidak asal cukup nyaman saja.

Yang dibawa: satu botol minuman cukup.

Trek yang bukan aspal. Tak jauh dari tempat tinggal.
Rerumputan atau tanah di halaman disekitar pemukiman. Datar2 saja atau dengan sedikit naik dan turun yang landai.

Trek terbuka. Tak terhalang alang- alang atau tumbuhan, karena sering dilalui.

Tak perlu banyak2 yang dipersiapkan. Cukup handheld bottle saja. Satupun cukup.

Pijakan tak sulit, karena hampir rata saja. Baik tanah maupun rumput.

Dua.

Berikutnya adalah, jika start  yang agak jauh dari rumah.jadi mesti dicapai dahulu sekian waktu #newbiefriendly .

kelimutu=BRomo-

Kiri: Danau Tiga Warna Kelimutu. Kanan: Bukit Pasir Bromo.

Yang dibawa: air dan makanan tergantung jarak dan ada tidaknya warung/ toko tempat kita beli sesuatu yg diperlukan.
Handheld bottle atau hydropack. Kamdig jika ada.
Semisal Sentul bagi teman2 Jakarta, Bogor dan Tangerang. Perkebunan teh Sukawana bagi Bandung dan sekitarnya.
Medannyapun beragam.
Ada yang bisa dengan santai sambil update status,( hati2 kepala terbentur batang/ dahan pohon yg melintang seketinggian kepala. Kecuali pakai helm dan siap trombophop),  karena tak perlu harus ngesot2 atau berpegangan pada apapun, atau dengan sedikit2 pegang sana- sini karena turunan yang lumayan curam. Walaupun mungkin hanya beberapa meter saja.
Semuanya berlaku, Berlari trel, artinya pemandangannya lebih hijau, lebih indah dan nyaman, tak hiruk- pikuk lalu- lalang kendaraan dan asapnya.

Disini sebotol minuman kita harus ditambah dengan lain2nya lagi. Cemilan dan uang secukupnya. Sarung tangan mulai diperlukan. Cukup sarung tangan wool seharga 5 ribuan.

KawahRatu- TamanJayaSungai-

Kiri: Sungai air hangat di Kawah Ratu Gunung Salak. Kanan: Muara sungai di TamanJaya Ujungkulon.

3. Trek yang sama, tetapi berbonus istimewa,semisal kawah dan sungai yang bisa dilalui/ dicapai. Seperti Pasir Alit ke Kawah Ratu Gunung Salak. Atau start parkiran atas Tangkubanparahu, memutar kebalikan arah jarum jam, mengelilingi Kawah Ratu Tangkubanparahu. Sampai sebelum panjatan. Dan kembali. #newbiefriendly.
Yang dibawa: setelan ganti untuk yang ada acara basah2an disungainya. Kamdig cenderung wajib 🙂 .

4. Berikutnya adalah medan yang termasuk hutan, lereng gunung. Yang berpotensi untuk tersesat. Bahaya kelelahan, kedinginan dan dehidrasi.
Pemula sebaiknya disertai pelari trel yang sudah berpengalaman.
Kelengkapan: rain coat ringan( cukup yg 10an ribu, windbreaker, sepatu yang lebih sesuai, untuk kesiapan menghadapi segala medan trek, seperti pasir, batuan licin, tanah becek dan sungai. Jam bergps jika ada. Pluit, headlamp kecil, Sarung tangan, atasan jersey berwarna cerah. Obat2an pribadi, betadine dan plester penutup luka. Bandana serbaguna( banyak yang murah. 40an ribu,buatan Bandung), telfon genggam murah( bukan smartphone, berbattery tahan lama).

Penting sebelumnya untuk diketahui, provider mana yang paling kuat di area ini.

Karena tak semua gunung dilintasi banyak pengguna, harus diantisipasi trek yang agak tertutup semak2, dahan ranting melintang. Artinya ada kemungkinan tergores.
Sila pakai bagi yang nyaman memakai semacam bawahan panjang/ compression.

GarminPhotoShoot0750TamanJayaPantai-

Kiri: Pantai Pendawa, Bali. Kanan: Pantai Taman Jaya, Ujung Kulon.

Langkah kaki dan pijakan.
Perhatikan pijakan kita disini. Terutama saat menurun.
Menurun dengan perlahan. Tentu saja cenderung lebih aman. Tapi lebih mudah lelah/ berat pada paha dan betis, karena menahan  grafitasi.
Jika memungkinkan adalah turun dengan sedikit lebih cepat.
Hanya, seperti dalam catur, beberapa langkah/ pijakan sudah harus diperhitungkan. Karena pijakan yang salah diawal akan diikuti oleh pijakan2 salah di yang berikutnya.

Batuan2 tajam injak dengan bagian telapak tengah. Menghindari tergelincir kedepan atau kebelakang. Pijakan diusahakan tak membuat sudut dengan sol bawah sepatu. Jadi hampir sejajar( lagi- lagi kemungkinan tergelincir).

Semakin tegak lurus pijakan dengan arah turun kita semakin baik. Semakin besar peluang kita untuk lebih cepat. Berlari dengan cara  melompat kebagian- bagian tegak lurus ini.

Semakin cepat kita turun, harus semakin condong badan kita kedepan. Menghindari  terjerembab kebelakang saat terpeleset.

Mata yang jangan hanya terpaku kebawah, memperhatikan kemana dan apa pijakan kita, tapi juga kedepan. Tak jarang ada batang dan dahan pohon yang melintang seketinggian kepala.

 

wpid-2014-02-01-05-18-46.png

Menjelang Jembatan Setan Gunung Merbabu.
Yang terpenting untuk semua adalah, kesiapan yang baik.
1. Biasakan hari- hari untuk tak terlalu ‘memanjakan’ tubuh dengan terlalu mudah memakai pakaian2 tebal, agar saat kita berada di cuaca dingin( dihutan pegunungan/ ketinggian) kita masih bisa cukup hangat dengan 1 jacket.

Bisa dibayangkan, jika hari2 saja dikota kita berjacket, apa lagi yang akan dipakai saat kita diketinggian. Ya kan?

2. Biasakan selalu bergerak. hindari duduk atau diam berlama- lama. Gerak, gerak dan gerak. Sebadan.  Jadi jangan hanya telunjuk saja yang bergerak.

3. Semua sepatu trel semestinya cukup baik. Dengan waktu dan jam terbang lari ngetrel kita, kita akan lebih pasti lagi mengetahui brand, type mana yang paling sesuai untuk kaki kita.

Yang penting bukan sepatu mana sesuai dengan medan yang mana, tetapi sepatu dengan peruntukan yang jelas yang sesuai dengan kaki kita. Setelahnya adalah kaki dan sepatu yang menyatu, yang seperti mempunyai mata dan perasaan, menyesuaikan gerak langkah dan pijakan. Apapun medannya.

4. Persiapan yang baik adalah persiapan yang tak mesti baik, sempurna.. Bingung? Jangan 🙂 . Tak mesti semuanya siap baru ngetrel. jika ya begitu, entah kapan kita ngetrelnya.
Jadi sisakan sedikit untuk kejutan. Kejutan yang mungkin mengesalkan bahkan menyebalkan, tapi setelahnya adalah kisah cerita seru yang membuat kita lebih cepat lagi terlatih.

Kapan- kapan saya sambung dengan trek- trek lainnya.Semoga bermanfaat.

Salam,

Yuk Ngetrel 🙂

 

 

Standard
cerita, cerita, kisah, renungan, inspiration, kisah, motivation, olahraga, renungan, running, sport, story

Lebih Baik…. Lari

Belum terlalu siang, beberapa tahun lalu. Baru selesai lari dapat kabar ayah saya masuk ICU. Bandung diakhir minggu, macetnya, seperti yg sama2 kita tahu, ga lucu.
Menunggu yang lain mau berangkat sama2 koq rasanya seperti keabadian.
Tak pikir panjang saya lari ke Borromeus. Ya berlari.
Saat sampai dan melihat sanak- saudara berkumpul, saya baru sadar, ya ampun, saya pasti kena omel, gerutu dan omongan. Berulang- ulang, setiap mereka melihat saya berkostum lari.
” Hati- hati Kang, ingat umur”.
“Jangan maksain”.
“Jalan aja jalan. Lari mah atlet kali”.
Dan banyak lagi.
Itu satu. Dan baru sadar berikutnya adalah, apa kata Ayah nanti?.
“Duh ti- ati Ei( panggilan sayang Ayah ke saya). Harus ingat keselamatan. Umur kita kan sudah ga muda lagi”. Dan entah apalagi.
Perkiraan saya akan seperti itu.
Tapi, ya itu tadi, nasi sudah menjadi bubur. Kalau kata Aa Gym, jgn disesali, lebih baik buburnya kasih saja cakue.
Saya sudah melangkah masuk ke ruang icu, tak ada waktu lagi berfikir itu- ini.
Saya: “Salam Pak”.
Bapak: “Eh Ei. Abis lari?”.
Saya : ” Eu eu iya Pak. Anu.. dikit, bentar aja. Tadi .. eu buru2..”.
Bapak : ” Ya asal ati- ati aja. Semoga Bapak ga apa2 ni. Tapi kalo bisa milih, memang lebih keren mati karena lari daripada mati karena penyakit”.
Saya : ” ???????”.
Semoga Bapak selalu diberkahi sehat dan bahagia. Aamiin.

Standard
Uncategorized

Yuk Kita Lari

image

Tak ada istilah tak sempat dan tak bisa.
Berangkat tidur 10-20 menit lebih dulu dari biasa. Bangun pagipun sama.
1420-1430 menit dalam sehari yang tersisa masih cukup untuk apapun beban yg ada dipundak kita.
Kadang hambatan dan kegagalan menghampiri tanpa diduga.. Tak harus kecewa.
Kegagalan mengajarkan kita akan banyak hal. Kematangan, ketangguhan fisik dan mental serta percaya diri.
Ulangi dan ulangi lagi.
Percayalah, selalunya kita lebih lagi mampu dan bisa dari yang kita percaya selama ini.
Kita hanya perlu mencoba dan memulai. Tak lagi dinanti- nanti.
Salam dan selamat pagi.
Yuk kita lari 🙂

Standard
adventure, event, mountain running, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality John Lennon

bts100ultrablog

The world has 7 summits. We already have 7 summits of indonesia.
Cartenz Pyramid, the highest top of papua island.
Mt. Binaiya, the highest top of maluku.
Rantemario in Latimojong, the highest top of Sulawesi.
Mt. Bukit Raya, the highest top of Kalimantan.
Rinjani, the highest top of Nusa Tenggara & Bali island.
Mahameru, the highest top of jawa.
Indrapura, mt. Kerinci, the highest top of Sumatra.

Mt. Rinjani Ultra, Indonesian sports event the Mount Rinjani Ultra Race is set to start on August 17, featuring two running categories: The 52km & 21km race) has just been qualified for 2 points for UTMB ( Mountain race, with numerous passages in high altitude (>2500m), in difficult weather conditions (night, wind, cold, rain or snow), that needs a very good training, adapted equipment and a real capacity of personal autonomy). Bromo Tengger Semeru 100 Ultra will be on 22-24th of November 2013.
Hopefully the next series will get the other 5 tops of indonesia.

A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality – John Lennon

Standard