adventure, event, mountain running

UTMB.

Bandung, 1987.Angan2 terkesan muluk. Sekali seumur hidup bisa menamatkan 10k dilomba lari manapun. Sudah pasti tak peduli podium. Bahkan tak pusing jikapun beberapa jam terlewat waktu Cut Off Timenya. Selama tak sampai berganti hari.

Bandung 2010.

Mencoba mulai berlari.

Kandas di 1km pertama. Menangispun bukan lagi dibuat- buat atau kiasan.

Plawangan Sembalun, 26 november 2012.

Nyaris tewas. Sendirian, tak menemukan jalan ke Segara Anak, tujuan berikut dimana Kang Hendra dan Kang Rudy Ansyah mestinya sudah sampai.

Dehidrasi dan kelelahan teramat- sangat.

Angan- angan berikut bahwa suatu saat saya akan melihat lomba lari trel disini rupanya harus tetap sekedar angan- angan.

Continue reading

Advertisements
Standard
adventure, event, inspiration

Percuma Teriak- Teriak Di Sosmed Juga, Ga Kan Didengerin..

6633

courtesy of wwwdot6633ultradotcom

8 manusia- manusia gilak, penamat lari dikutub utara. Sejauh 533km. Dengan batas waktu 191 jam.

salah- satunya adalah Hendra Wijaya, Indonesia. Kedua dari kanan..

Pagi ini ada yg sms saya, berbaik- hati menawarkan diri, membantu, agar keikut- sertaan kita di lomba2 ultra dunia bisa dibantu/ dibiayai  pemerintah( kemenpora).
Kata beliau( yang juga mengaku punya kedekatan dengan siapa2 dipemerintahan), percuma buang ongkos mahal2, teriak2 di sosmed, ga kan didengerin pemerintah.
Saya balas pendek saja.
Kami lakukan ini semua, sebagian yg turut serta diberbagai kejuaraan dluar- negeri, berlari- lari mulai sendiri, beberapa sekedar suka2, sampai di lomba2 tanah- air, justru karena memang sudah tak didengar, jadi ya kami lakukan semampu- mampu kami, memajukan dunia lari trel tanah- air.
Lebih baik ngesot perlahan tapi pasti dengan kemampuan kami apa adanya, daripada mungkin saja wus wus wus tapi harus mengemis- ngemis, merengek- rengek minta diongkosin/ dibantu.
Beruntung orang luar malah yang lebih punya perhatian.( Eh ternyata panjang deng balasan saya 😛 )

Tambahan dari saya. Aneh ya, jaman segala informasi bisa didapat dengan sekedar sentuhan jari, pemerintah koq ya seperti kesulitan menemukan potensi yg ada. Tak usah bicara ‘ menciptakan’.

Saya tak sedang mendewakan siapapun teman2 saya atau mengagungkan Lari Trel Tanah- air.
Tapi tak bisa saya pungkiri, mereka ini luar- biasa.
Demi majunya lari- trel, yang satu tak sungkan2 menghabiskan biaya dan waktu yang tak sedikit.
Lainnya lagi berlatih giat, mengadakan lomba sampai patungan untuk bisa turut ambil bagian di lomba2 tanah- air maupun mancanegara.
Beberapa lomba sudah diakui dunia. Beberapa pelari sudah  juga menjadi penamat, bersanding dengan penamat-2 luar- negeri.
Dua tahun lalu ‘sulit’ mendapatkan peserta. Kini, rasanya ‘tak mudah’ atur lomba mana yg akan diadakan atau diikuti.
Padahal lari- trel tanah air belumlah seusia kebanyakan negara2 lain.

Luar- biasa pertama.

Alam indonesia yang luar- biasa.
Lari trel bisa dilakukan dimana saja.  Lari trel tak mesti lari gunung. Di pantai. Bahkan dikebun tetangga 🙂
Begitu pijakan bukan lagi aspal atau sejenis, ya sudah lari trel namanya.
Kenyataan bahwa kita punya gunung yg banyak sekali , menjadikan lari trel tak jauh2 dari gunung. Paling tidak lerengnya.
Negara tetangga, saking sedikitnya punya gunung, bukitpun disebut gunung.
Nah kita, saking banyak gunung, gunungpun sering disebut bukit.

Luar- biasa yang kedua.
Juga bisa dilakukan siapa saja. Penduduknya yang super banyak. Cukup 1% saja yang melakukan, se asia tengggara habis diborong.

Luar- biasa yang ketiga.
Kapan saja. 365 hari dalam setahun, tak terputus musim ini itu.

Artinya potensi luar- biasa kita, bisa berkiprah dikancah dunia.
Sudah pasti menjadi daya tarik wisata mancanegara.

Gambarannya.
Siapapun yg akan ikut di UTMB( salah- satu lomba lari trel ultra bergengsi dunia. 170km, melintasi 3 negara. Swiss, Itali & Perancis), harus mendapatkan 8 poin. Yang didapat dari keikut- sertaannya di lomba2 dimanapun yg sudah mendapat kualifikasi UTMB.
Sudah ada beberapa lomba dunia yg mendapatkan kualifikasi yg dimaksud.
Dimanapun selain di Indonesia.
Nah sekarang sudah ada 5( lima) lomba tanah- air yang sudah mendapatkan kualifikasi ini. Mulai dari 1 poin sampai 4 poin.
Dipastikan akan menyusul beberapa lagi yang akan mendapatkan kualifikasi UTMB ini.
Artinya, besar kemungkinan lomba2 tanah- air menjadi pilihan utama untuk mendapatkan poinn2 ini. Ya ga sih?
Coba pikir.
Alamnya ya ampun okeh pisan.
Ongkosnya, jika pun bukan yang termurah, pasti tak lebih mahal.
Medannya? ( Biasa, bagi kaum pelari2 trel gilak, semakin hardcore medannya semakin maknyussss), jangan tanya. Terkadang setelah melihat merasakan medan di kita, ditempat lain bisa- bisa terkesan seperti Disneyland 😉

Selamat siang, selamat hari senin 🙂

Standard
adventure, cerita

Lari Gambung – Cileunca – Banjaran, Dan Monster Steak

Tak menunggu lama sang monster steakpun tersaji.

Iyalah, wong medium rare. Disamping memang sudah liwat jam- jam makan siang juga.
1, ya satu, kilogram has dalam tergolek cantik manis menggoda di.. piring sih, tapi berbentuk pipih segi empat, berukuran tak biasa, selebar serbet makan  berbahan damas. Diatas meja didepan saya.
Sementara si akang waiter seperti yang sudah saya duga, terheran- heran.
Pendampingnya kentang  & salad. Agak tak biasa, kentangnya dibuat kripik, bukan tumbuk atau frenchfries.
Di salah- satu resto dari yang banyak berderet sepanjang jalan Riau.
Dan salah- satu menunya adalah Monster Steak.
Asli 1 kilogram has dalam. Jika mau mereka bisa timbangkan dulu sebelum disiapkan.
Persis beberapa saat, sebelum perlahan tapi pasti, akhirnya sampai ke potongan terakhir monster steak saya, Akang manager tiba- tiba muncul didepan saya.
“Damang Kang?”
“Alhamdullilah Kang, moga sama juga”..
Sapaan ramahnya berlanjut dengan,” Kang, anak- anak( maksudnya waiters) pada taruhan, Akang bisa ngabisin ga ..”.
” 🙂 “.

salah- satu dari beberapa menu lainnya yang monster- monster juga, biasa dipesan untuk 4 orang.

Itupun masih 250 gram per orangnya.

Pagi hari sebelumnya saya memulai lari- lari sendiri saya. Start di ketinggian 1400m Kampung Gambung. Dilereng Gunung Tilu. Masuk kabupaten Ciwidey. 35km selatan Bandung.

Trek melipir dikaki gunung Tilu. Arah danau Cileunca. Kemudian lanjut menurun kearah Banjaran.
60an k.
Hanya sedikit porsi disiapkan untuk sang monster ini setiap harinya..
Salah- satu dari promo mereka.
Harganya super murah untuk seukuran  raksasa ini.Berkualitas baik. Saya tahu sekali.
Jika disatu tempat saya ragu dengan daging steaknya saya cukup pesan blue rare atau rare. Minta hanya di marinade sebelumnya dengan garam laut, sedikit merica dan oregano. Mutlak saus dipisah. Jika menolak, artinya daging mereka jelek. Jika ya, boleh berharap baik 😉 .
Tak sedikit yang mengharuskan kita merogoh kocek sampai nyaris 100an ribu untuk 125 gram steak .  Bukan has luar. Apalagi has dalam. Padahal dikelas Warung Steak biasa.
Dengan banyak lemak disana sini.
Cukup mereka marinade lama sebelumnya dengan bermacam- macam bumbu. Semakin semarak, semakin aneh, semakin ‘tertutup’ jeleknya sang daging.
Istilah saya untuk ini adalah ‘ Daging bumbu’.
Tak berarti tak ‘enak’. Sebaliknya. Buktinya banyak warung- warung steak( yang sekarang sudah menyebut diri Steak Resto atau ada yang berani dengan Steak House) laku. Selalu penuh.
Padahal ya daging bumbu tadi. Daging yang bukan ‘daging’. Jadi yang ‘enak’ adalah bumbu- bumbunya. Dan sang daging hanyalah sekedar media.

Dikita, asal pedas, panas, di goreng atau bakar, apapun bisa jadi enak. Sekedar aci( tepung tapioka) pun diburu. Cireng kan?
Sekali waktu saya antar seorang klien, yang minta dibuatkan resto & cafe, coba menu steak ke beberapa tempat di Jakarta. Mulai dari kelas Warung Steak sampai Steak House sekelas O*tb@ck.
Disalah- satu, lokal, amat sangat terkenal, kami pesan 3 ( tiga ) menu steak, dengan tingkat kematangan berbeda( rare, medium, well done), lokal, US & NZ. Seperti tertera di menu.
Kami temui, ketiganya dari bagian sapi yang sama dan lokal. Disiapkannya saja yang berbeda. Jangan- jangan dari satu sapi yang sama.
Ditambah adegan mencelatnya garpu saya 😛 .
Harganya? Tahun 2004an, 75rb sampai 125rb, umtuk 125 gram? tak sepadan.

Bersambung

Standard
komunitas, motivation, olahraga, running, sport

Ameng Atuh Ka Bandung..

image

“Ameng Atuh Ka Bandung”..
Tak hanya tempat belanja baju & celana, jalan2 suka2, jalan kaki atau pake sepeda(punya sendiri atau sewa),  kuliner dimana saja( dari kali-lima sampai resto/ cafe yg gaya),  bandungpun ramah bagi yg suka olahraga.
Dari lintasan Pajajaran sampai lapang Saparua. Dari Lapang Upi sampai Sorga
http://www.infobdg.com/v2/6-jogging-track-di-bandung/ #explorebandung #infobandung #pemkotbandung

Standard
mountain running, olahraga, running, sport, trail running, tulisan

Berlatih Lari Di Ketinggian

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada dasarnya , berlari di ketinggian adalah berlari di udara yang lebih tipis(  hypoxia).
Jika dilakukan lebih sering, bahkan banyak dilakukan oleh atlet dalam rentang waktu tertentu( salah- satu tempat berlatih atlet lari nomor 1 indonesia, Agus Prayogo,  adalah Pangalengan. Altitude training).
Yang terjadi adalah tubuh akan berusaha memproduksi sejumlah energi yang dibutuhkan akan tetapi dalam kondisi  keterbatasan oksigen. Usaha inilah, jika dilakukan sering, yg memicu meningkatkan sistem kerja respitori tubuh, cardiovascular dan utilisasi oksigen yang lebih effisien.

Ada pendapat lain. Live high, train low. Yang lebih penting adalah tinggalnya di ketinggian. Sementara berlatihnya yang tak mesti. Yang tentunya sebagian besar ‘bernafas’ nya yang justru di ketinggian.

Sampai- sampai untuk ini bahkan ada simulatornya. Mulai dari tenda, kamar tidur dan kelengkapan berlatih dengan masker yang bisa mensimulasikan keterbatasan oksigen sampai seperti di ketinggian 6400 meter.

Jadi tak mesti ke ketinggian yang sebenarnya.

Aman? Sesuai jugakah altitude training ini bagi kita, pelari2 trel sekedar cantik suka2? Tentu saja. Sejauh bertahap dan hati- hati.

Ada hal lain yang bisa kita dapat dari altitude training. Ya, betul. Semakin tinggi  tempat kita berlari, relatif semakin bersih udaranya, semakin indah pemandangannya.Semakin nyaman dan semakin bahagia tentunya.
Yang saya maksud adalah,semakin tinggi,semakin menjauhi kota.

Live high, train high yang sebenarnya? Tak lain dan tak bukan Sang jawara lari trel ultra/ gunung Killian Jornet 🙂
Yuk Ngetrel! Maenkan!

 

 

The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
Standard

Eigers 2nd Test W120

adventure, mountain running, photo shoot, review, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

There are lots of tracks around the world you name it. BromoTenggerSemeru100Ultra is one of the prettiest

bts50kDistancebts50course  Bts50Elevationbts100ultraOLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERAcourtesy of Nefo Ginting bts100ultra001 bts100ultra002 bts100ultra003 bts100ultra004

EAST JAVA – INDONESIA – The Mount Bromo Tengger Semeru Ultra Run race is a unique event that aims to challenge your inner spirit and physical state, as well as to provide race participants with magnificent natural beauty and environment of Bromo Tengger Semeru National Park in East Java – Indonesia at various altitude level.

Running at the high altitude region of Bromo Tengger Semeru National Park, you will experience tracks filled with various scenery, such as sea of volcanic sand (2.200 masl) with low temperature and strong wind. Then you will be running through rural back roads, forest path and prairie with a distant magnificent view of the highest mountain in Java, Mount Semeru (3.676 masl) and the tranquility of Lake Ranu Kumbolo (2.400 masl).

At last, this Bromo Tengger Semeru Ultra Run race will challenged you through 3 different distances, 160 km, 100 km and 50 km, in comfortable weather conditions and a very scenic route.

There are three race categories within the Bromo Tengger Semeru 100 Ultra with total distance of 160Km, 100Km, and 50Km

RACE ORGANIZER

Bromo Tengger Semeru 100 Ultra Committee (Trail Runner Indonesia Community (a Non-Profit Organization))

BACKED BY

Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) Ministry of Indonesian Tourism Agency, Goverment of Malang Regency, Government of Probolinggo Regency, Government of Lumajang Regency, Government of Pasuruan Regency, Trail Runners Indonesia (TRI), FORAKSI, Young Pioneer (YEPE) Malang, MAPALA Tursina Malang

RACE DATES

Friday, November 22, 2013

Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Friday, November 22, 2013. Starts at 03:00 pm
DISTANCE 160K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 46 hours
START / FINISH
Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Friday, November 22, 2013. Starts at 03:00 pm
DISTANCE 100K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 32 hours
START/FINISH
Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Saturday, November 23, 2013. Starts at 05:00 am
DISTANCE 50K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 12 hours
START/FINISH

CONDITIONS TO PARTICIPATE IN THIS RACE

  1. You understand the unique nature and requirements of competing in an ultra-long distance trail running race. You will be running in the dark of early morning and all day through mountainous terrain and have undertaken the necessary training to compete in such a race.
  2. You will be responsible for yourself and have the ability to deal with any problems that may be encountered during the race.
  3. You are able to deal with, on your own without assistance, deteriorating weather conditions (low temperatures, strong winds, and rain) and other troubles expected when traveling across mountainous terrain.
  4. You are able to deal with extreme fatigue, internal organ and digestive problems, muscle pain, mild physical injuries and psychological problems on your own.
  5. You fully understand that you are responsible for overcoming the above conditions 1 to 4 on your own and that it is not the responsibility of the race organization.
  6. You are fully aware that when participating in an outdoor activity such as this race, your safety depends on your own skills and abilities.
  7. Video/television footage, photos, articles, race results, etc. may be used and/or shown in newspapers, television, magazines, internet, pamphlets, etc. You understand and agree that these rights belong to the race organization and may be used for these purposes.

If during the 2013 race, you do not meet the above race conditions, your entry to the 2014 race may be declined

QUALIFIER

For participant who will enter 160K should had experience at least once in 100K ultra trail race and proof the event name, time record and send by email to BTS100Ultra@yahoo.com

RACE ENTRY FEES

160Km
FOREIGNER US$ 150 / runner
INDONESIAN US$ 100 / runner or IDR 1000000 / runner
100Km
FOREIGNER US$ 125 / runner
INDONESIAN US$ 75 / runner or IDR 750000 / runner
50Km
FOREIGNER US$ 75 / runner
INDONESIAN US$ 50 / runner or IDR 500000 / runner

Registration for Bromo Tengger Semeru 100 Ultra (BTS 100 Ultra) will due on OCTOBER 31st 2013. The Race Organizer WILL NOT accept any more participant after the due date.

*The Entry Fee is not refundable

There are lots of tracks around the world you name it. Bromo Tengger Semeru 100 Ultra is one of the prettiest.

From start to finish we’ll be treated with some marvelous  view.

Dirt track, rocks and sands of bromo are just waiting to be explored.

50k, 100k or 160k the choice is yours.

http://www.bromotenggersemeru100ultra.com

Standard

GarminDon'tAskMe

adventure, moutain running, photo shoot, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

Dont Ask Me Why I Run. Ask Yourself Why You Dont.

Image

Garmin' s Photo Shoot by Patricia Heny

adventure, photo shoot, running, sport

Garmin’ s Photo Shoot by Patricia Heny

Image
sport

134km Coast2coast Ultra Trail Run – Bromo/Ranukumbolo

Dari sekedar melanjutkan Lari Gunung Nusantara kami, yang digagas Kang Hendra Wijaya, saat- saat cari rute dan gunung  di peta, pantai utara jawa dan selatannya menarik perhatian saya.
dan terkaget- kaget bercampur senang saat mendapati bahwa Bromo ada dijarak terpendeknya. Artinya rute kali ini benar- benar bisa dari pantai ke pantai dan muncak Bromo.

 

image

Setelah tertunda 3 bulan.

image

image

image

image

Standard