bacaan, review, tulisan

Hotel Malaka Bandung

malakavalkenet

Hak gambar ada pada Sudarsono

 

Jalan Malabar, Halimun, Wayang dan sekitarnya adalah area bermain saya. Bandung tempo akhir 60an.

Cuaca pagi yang masih berembun. Dan pullover pun selalunya menjadi kelengkapan setiap pagi harinya.

Siapa sangka hampir 50 tahun kemudian saya berkesempatan masuk eh bahkan menginap dibangunan yang dahulunya adalah  fabrik roti dan kue Valkenet.  Salah- satu fabrik roti dan kue di kota Bandung, selain Merbaboe, Maison Bogerijen, Maison Vogelpoel, Lux Vincet, dan lain- lain. Didirikan oleh orang Belanda.  Ada juga yang didirikan oleh orang-orang Tionghoa seperti Jap Tek Ho, Khoe Pek Goan, Tan Kim Liang, dan lain- lain.

 

Bangunan fabrik roti dan kue yang dahulunya punya kisah,”Siapapun yang melewatinya dan bisa mencium wangi roti/ kuenya boleh mendapatkannya cuma- cuma”, kini adalah Hotel Malaka.
Bangunan minimalis, di desain oleh arsitek senior kenamaan Tan Tjiang Ay.

Continue reading

Standard
design, inspiration, interior, sketchup, tangga, tempat tinggal, tulisan

Small Is The New Big

 

HowSmallCanYouGo?2

 

Tak basah dan menggigil saat hujan. Hangat saat cuaca dingin diluar. Dan sejuk tanpa harus memicingkan mata dan perpeluh keringat saat terik matahari siang.
Tempat beristirahat cukup dikala malam menjelang. Dan kehangatan pagi hari, memulai kehidupan dengan sarapan pagi. Sendiri, dengan pasangan atau bersama suami atau istri. Juga putra- putri.
Besar dengan ruangan- ruangannya yang luas bagi sebagian orang. Cukupan bagi sebagian lain.
Masing- masing dengan pilihannya.
Selain sandang dan pangan, papan adalah kebutuhan primer kita berikut.
Ada yang saya perhatikan berkenaan dengan rumah- tinggal.
Semakin besar rumah koq ya seperti yang semakin banyak ruang yang terbuang. Semakin sulit untuk dijaga bersih. Dan ujung- ujungnya semakin menyita waktu dan uang untuk pemeliharaannya.
Sepertinya juga semakin membuat si penghuni, maaf, kikir.
Karena selalu merasa ada ruang, barang/ perabotan yang entah kapan mau dipakainya, selalu merasa sayang untuk dikeluarkan.
Akhirnya sang perabotan menjadi penghuni abadi sekian meter persegi bangunan dan tentunya kavling yang entah berapa juta harganya.
Sempatkan menghitung, berapa luas kavling dan bangunan yang kita punya. Perhatikan, berapa meter persegi bangunan dan lahan/ kavling yang benar- benar terpakainya.
Kita akan terkejut.
Sambil tunggu teman- teman menghitung, saya akan lanjut dengan, apa yang saya maksud dengan “jika saya berbicara tentang rumah”.
Rumah yang menurut saya harus minimalis dalam artian yang sebenarnya. Sesuai dengan jaman, ketersediaan, kemampuan dan kebutuhan sekarang.
image

Kebutuhan macam ruang.
Kita akan batasi dengan hanya :
Kamar tidur utama, kamar tidur kedua( anak atau tamu), kamar mandi, dapur/ pantry, ruang makan dan duduk keluarga. Serta teras.

image

Ukuran Kamar Tidur.
Diibaratkan calon penghuni rumah masa depan ini adalah pasangan muda. Dengan dua anak- anak balita.
Pasangan suami- istri cukup dengan luasan 3m x 3,6m. 3m adalah lebar dari sebelah kiri tempat tidur kekanannya.
3,60m adalah dari kepala tempat tidur kearah ujung kaki tempat tidur.
Dengan lebar 1,80 cm bed king size, masih tersisa masing- masing 60cm dikiri kanan untuk side table/ meja samping tempat tidur. Tempat kita menaruh lampu baca/ malam dan bacaannya.
LampuBaca

Lampu Baca.
Bandingkan dua kamar tidur berbeda. Yang satu luas, terang, rapih, bersih tertata. Dibangunnya pun rapih. Terlihat dari sudut dinding yang lurus. Berfurnitur lengkap, kecuali lampu baca.  Sementara satu kamar yang lain sebaliknya. Lebih kecil. tak terlalu terang, karena penerangannya hanya dari lampu baca, bangunannya boleh jadi tak begitu rapih. Furniturnya pun  minimalis.
Saya berani bertaruh. Yang tampil lebih homy, nyaman, hangat adalah yang terakhir.
Ya, bukan dimana- mana atau apanya, kecuali bahwa yang terakhir berlampu baca.

Sekarang kita lihat kearah kaki tempat tidur.
Dengan ukuran panjang 3,6m, setelah terpakai panjang bed yang 2m tersisa 1,6m. 0.6m digunakan untuk dalamnya lemari pakaian dan atau rak buku/ tv. Sisa 1m cukup lebar untuk dilalui. 1 m adalah jarak antara kaki/ ujung bed ke lemari pakaian.
Tak sempitkan?

 

VilaKayuKamarAnak

Kamar Anak- Anak.

Dengan ukuran 3 m x 3 m sudah lebih dari cukup untuk 2( dua) bed ukuran dewasa sekalipun.
Dengan lebar 90 cm( single) x 2 bed, diposisikan dimasing- masing sisi kamar berseberangan, masih tersisa jarak 120 cm diantaranya.
Seperti juga di kamar tidur utama( pasangan), lemari pakaian anak2 dan meja belajar/ main mereka diposisikan satu baris, yaitu di dinding seberang dari bed.

 

KamarMandi

Kamar mandi.

Berukuran 1,80cm x 2 m sudah cukup untuk 1 monoblok( closet), wastafel dan shower tray. Tanpa bak tentunya.

 

Dapur:Pantry

Dapur/ Pantry.

Dapur/ pantry kita adalah dapur/ pantry saja. Bukan dapur bersih yang sedemikian bersih dijaga, sampai- sampai merasa sayang untuk dipakai. Juga bukan dapur kotor, yang memang karena disiapkan sedemikian rupa peruntukannya, dan ya biasanya sedemikian kotornya sampai- sampai enggan kita memakainya. Dengan kata- lain: urusan Bibi.

1,5 m x 3 m sudah mencukupi untuk ditempati bak cuci dobel dengan ukuran maksimal, kompor 4 tungku dan kulkas. Bahkan mesin cuci.

 

DudukMakanMasakTeras

Ruang Makan & Ruang Duduk Keluarga.

Kita coba dengan ukuran 3 m x 4,5 m. Bayangkan ukuran standar garasi yang 3 m x 5 m.

Tampak dari kiri ke kanan adalah ruang duduk keluarga, makan, dapur/ pantry. Dan sedikit ‘kemewahan’ adalah teras.

Total luas 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang duduk, makan, dapur/ pantry dan teras kita ini adalah 6,6 m x 7,8 m —>52 meter persegi saja.

 

RuangPeletakan

Pengelolaan ruang, penempatan bukaan( pintu/ jendela).

Dengan penempatan kamar mandi diantara dua kamar tidur dan berada dibagian sisi lain memudahkan akses dari kamar tidur( dekat), sedikit menjauh dari ruang- ruang lain( lebih privat). Juga tak memunculkan ruang lain yang terbuang. Ya kan?
Begitu juga dengan urutan penempatan teras( paling depan dari rumah), dapur/ pantry, makan dan ruang duduk dalam satu baris yang jelas.

Ohya, sampai saat ini kita bicara satu lantai saja. Jadi abaikan dahulu tampak dua lantainya.
Posisi tangga yang terlihat berlaku nanti jika ada rezeki lebih, kita buat lantai duanya. Aamiin 🙂
Sementara di posisi ini adalah ruang makan.

 

PintuPosisi

Detil Penempatan Pintu.

Pada gambar kiri adalah pintu yang biasanya  ditempatkan disudut ruang. Sementara pada gambar kanan( rumah kita) pintu posisinya digeser 60 cm kearah tengah.
Jelas sekali, digambar kiri, lemari tak bisa sepenuhnya sepanjang dinding. Karena ya posisi pintu tadi yang menghalangi.  Sementara dirumah kita, dengan digesernya kusen pintu 60cm kearah tengah, lemari  kan bisa dari ujung ke ujung. Kita hanya harus menambah 1( satu) kolom praktis saja.
Digambar kiri  kusen pintu dipasang pada kolom utama( sudut), sementara di rumah kita, dengan digesernya pintu dari kolom utama( sudut), maka diperlukan kolom praktis,sebagai pengganti dudukan sang kusennya.
Lebih mahal 1 kolom praktis 🙂  .

Storage( atau menyimpan dengan smart).

Belanja kelengkapan/ perabotan rumah tak pernah tak mengasyikan. Hanya akan menjadi masalah jika berujung pada kelebihan. Sekian banyak perabotan cantik menggemaskan,saat terkumpul disatu rumah bisa jadi malah menyebalkan.
Tak boleh terjadi di ‘rumah idaman’ kita.

Idenya adalah, bukan menempatkan perabotan/ kelengkapan diruang kosong, tapi mencari ruang yang ada yang “tak terpakai” menjadi  storage kita.
Yuk kita cari, ada dimana saja mereka.

– lemari pakaian sudah tadi kan? Yang kita pasang dari dinding ke dinding. Penuh.

BedDgnLaci2

– ‘Kolong’ bawah tempat tidur.
Yang biasanya spring bed dengan box alas, kali ini kita hilangkan. Jadi di posisi box alas adalah laci- laci( besar atau kecil, tergantung kebutuhannya).

 

 

LaciDibawahPijakanTangga

Laci- laci dibawah pijakan tangga( alat- alat/ kunci- kunci pertukangan/ plumbing/ instalasi dan atau sepatu).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Standard