tulisan

Sehat tak mesti mahal. Sakit iya :)

image

Ilustrasinya barangkali seperti ini.
Saat sakit, produktifitas terhenti. Ditambah lagi obat2an yg tak pernah murah harus dibeli.
Apalagi lagi jika harus rawat- inap berhari- hari.
Dan…itu- ini itu- ini,  panjanglah kesananya pasti.
Sementara untuk sehat tak sulit dicari.
Asupan dan olah- tubuh sesering kali.
Asupan? Pastinya kita tahu, mana yg baik mana yg seharusnya dihindari.
Olah- tubuh? Bisa sekedar jalan, renang, lari dan gowes sesering- kali 🙂
Masih mau ditambah tampil lebih kece lagi?
Aplikasi2 gratisan semacam rittr lab( push ups, sit ups, pull ups, squats) bisa amat sangat membantu sekali( android & iphone)
Tak ubahnya Personal Trainer yg telaten, selalu tampil ramah, on time, tak berbayar,  daaaan minus kekhawatiran dapat yg  genit2 lagi :mrgreen:
Yuk ah semangat untuk tetap sehat dan tampil keceh berseri 🙂
http://www.rittr.com/

Standard
cerita, cerita, kisah, renungan, inspiration, kisah, motivation, olahraga, renungan, running, sport, story

Lebih Baik…. Lari

Belum terlalu siang, beberapa tahun lalu. Baru selesai lari dapat kabar ayah saya masuk ICU. Bandung diakhir minggu, macetnya, seperti yg sama2 kita tahu, ga lucu.
Menunggu yang lain mau berangkat sama2 koq rasanya seperti keabadian.
Tak pikir panjang saya lari ke Borromeus. Ya berlari.
Saat sampai dan melihat sanak- saudara berkumpul, saya baru sadar, ya ampun, saya pasti kena omel, gerutu dan omongan. Berulang- ulang, setiap mereka melihat saya berkostum lari.
” Hati- hati Kang, ingat umur”.
“Jangan maksain”.
“Jalan aja jalan. Lari mah atlet kali”.
Dan banyak lagi.
Itu satu. Dan baru sadar berikutnya adalah, apa kata Ayah nanti?.
“Duh ti- ati Ei( panggilan sayang Ayah ke saya). Harus ingat keselamatan. Umur kita kan sudah ga muda lagi”. Dan entah apalagi.
Perkiraan saya akan seperti itu.
Tapi, ya itu tadi, nasi sudah menjadi bubur. Kalau kata Aa Gym, jgn disesali, lebih baik buburnya kasih saja cakue.
Saya sudah melangkah masuk ke ruang icu, tak ada waktu lagi berfikir itu- ini.
Saya: “Salam Pak”.
Bapak: “Eh Ei. Abis lari?”.
Saya : ” Eu eu iya Pak. Anu.. dikit, bentar aja. Tadi .. eu buru2..”.
Bapak : ” Ya asal ati- ati aja. Semoga Bapak ga apa2 ni. Tapi kalo bisa milih, memang lebih keren mati karena lari daripada mati karena penyakit”.
Saya : ” ???????”.
Semoga Bapak selalu diberkahi sehat dan bahagia. Aamiin.

Standard