image

biking, cycling, fit, healthy, olahraga, sehat, sepeda, sport, tulisan

GoWest!

Image
adventure, cerita

Lari Gambung – Cileunca – Banjaran, Dan Monster Steak

Tak menunggu lama sang monster steakpun tersaji.

Iyalah, wong medium rare. Disamping memang sudah liwat jam- jam makan siang juga.
1, ya satu, kilogram has dalam tergolek cantik manis menggoda di.. piring sih, tapi berbentuk pipih segi empat, berukuran tak biasa, selebar serbet makan  berbahan damas. Diatas meja didepan saya.
Sementara si akang waiter seperti yang sudah saya duga, terheran- heran.
Pendampingnya kentang  & salad. Agak tak biasa, kentangnya dibuat kripik, bukan tumbuk atau frenchfries.
Di salah- satu resto dari yang banyak berderet sepanjang jalan Riau.
Dan salah- satu menunya adalah Monster Steak.
Asli 1 kilogram has dalam. Jika mau mereka bisa timbangkan dulu sebelum disiapkan.
Persis beberapa saat, sebelum perlahan tapi pasti, akhirnya sampai ke potongan terakhir monster steak saya, Akang manager tiba- tiba muncul didepan saya.
“Damang Kang?”
“Alhamdullilah Kang, moga sama juga”..
Sapaan ramahnya berlanjut dengan,” Kang, anak- anak( maksudnya waiters) pada taruhan, Akang bisa ngabisin ga ..”.
” 🙂 “.

salah- satu dari beberapa menu lainnya yang monster- monster juga, biasa dipesan untuk 4 orang.

Itupun masih 250 gram per orangnya.

Pagi hari sebelumnya saya memulai lari- lari sendiri saya. Start di ketinggian 1400m Kampung Gambung. Dilereng Gunung Tilu. Masuk kabupaten Ciwidey. 35km selatan Bandung.

Trek melipir dikaki gunung Tilu. Arah danau Cileunca. Kemudian lanjut menurun kearah Banjaran.
60an k.
Hanya sedikit porsi disiapkan untuk sang monster ini setiap harinya..
Salah- satu dari promo mereka.
Harganya super murah untuk seukuran  raksasa ini.Berkualitas baik. Saya tahu sekali.
Jika disatu tempat saya ragu dengan daging steaknya saya cukup pesan blue rare atau rare. Minta hanya di marinade sebelumnya dengan garam laut, sedikit merica dan oregano. Mutlak saus dipisah. Jika menolak, artinya daging mereka jelek. Jika ya, boleh berharap baik 😉 .
Tak sedikit yang mengharuskan kita merogoh kocek sampai nyaris 100an ribu untuk 125 gram steak .  Bukan has luar. Apalagi has dalam. Padahal dikelas Warung Steak biasa.
Dengan banyak lemak disana sini.
Cukup mereka marinade lama sebelumnya dengan bermacam- macam bumbu. Semakin semarak, semakin aneh, semakin ‘tertutup’ jeleknya sang daging.
Istilah saya untuk ini adalah ‘ Daging bumbu’.
Tak berarti tak ‘enak’. Sebaliknya. Buktinya banyak warung- warung steak( yang sekarang sudah menyebut diri Steak Resto atau ada yang berani dengan Steak House) laku. Selalu penuh.
Padahal ya daging bumbu tadi. Daging yang bukan ‘daging’. Jadi yang ‘enak’ adalah bumbu- bumbunya. Dan sang daging hanyalah sekedar media.

Dikita, asal pedas, panas, di goreng atau bakar, apapun bisa jadi enak. Sekedar aci( tepung tapioka) pun diburu. Cireng kan?
Sekali waktu saya antar seorang klien, yang minta dibuatkan resto & cafe, coba menu steak ke beberapa tempat di Jakarta. Mulai dari kelas Warung Steak sampai Steak House sekelas O*tb@ck.
Disalah- satu, lokal, amat sangat terkenal, kami pesan 3 ( tiga ) menu steak, dengan tingkat kematangan berbeda( rare, medium, well done), lokal, US & NZ. Seperti tertera di menu.
Kami temui, ketiganya dari bagian sapi yang sama dan lokal. Disiapkannya saja yang berbeda. Jangan- jangan dari satu sapi yang sama.
Ditambah adegan mencelatnya garpu saya 😛 .
Harganya? Tahun 2004an, 75rb sampai 125rb, umtuk 125 gram? tak sepadan.

Bersambung

Standard
komunitas, motivation, olahraga, running, sport

Ameng Atuh Ka Bandung..

image

“Ameng Atuh Ka Bandung”..
Tak hanya tempat belanja baju & celana, jalan2 suka2, jalan kaki atau pake sepeda(punya sendiri atau sewa),  kuliner dimana saja( dari kali-lima sampai resto/ cafe yg gaya),  bandungpun ramah bagi yg suka olahraga.
Dari lintasan Pajajaran sampai lapang Saparua. Dari Lapang Upi sampai Sorga
http://www.infobdg.com/v2/6-jogging-track-di-bandung/ #explorebandung #infobandung #pemkotbandung

Standard

image

Uncategorized

Running Against All Odds

Image

image

Uncategorized

Trail Running Essentials

Image
berbagi, event, inspiration, komunitas, olahraga, renungan, running, sport, story, tulisan

BandungJakartaRun4Leukemia

wpid-p6130011.jpg

Awal 80an berangan- angan, sekali seumur- hidup turut dalam lomba lari 10k. Kekaguman saya akan olahraga lari mengalahkan kekaguman saya akan olahraga2 lain, apapun yang menggunakan alat.
Apa daya, asma & bronkhitis bawaan sejak lahir menjadi penghalang. Setidaknya begitu yang saya fahami selama itu.
Awal 2010 adalah lari ‘serius’ saya pertama.
Selanjutnya, kecintaan saya akan lari semakin besar. Dan ‘mengalahkan’ penghalang saya.
Sepertinya kapanpun saya siap untuk berlari puluh bahkan ratus kilo.
Haruskah? Tak mesti tentunya.

wpid-p6130022.jpg
10-30 menit berlari dalam sehari sudah ‘memenuhi’ untuk sehat.
Tak hanya untuk sehat sendiri, berlari ternyata bisa untuk banyak hal positif lainnya.
Misalnya, seperti yang dilakukan teman2 yg baru saja semalam, 13 juni 2014 lalu, memulai lari bandung- Jakartanya. Berlari untuk adik2 penderita Leukemia.
Diharapkan finish menemui adik- adik kita pada tanggal 15 juninya.

wpid-p6130031.jpg
Berlari sebagai bentuk kepedulian mereka akan penderitaan adik2 ini. Akan orang2 disekitar adik2 ini.
Berlari sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Adik2 kita diantaranya.
Semangat teman2. Tetap sehat. Selamat sampai tujuan. Dan kembali ke Bandung.
Terimakasih tim pesepeda, motor & mobil pendukung. Terimakasih League, PocariID, SAB. Terimakasih semua teman- teman komunitas lari tanah- air.
#bdgjktrun4leukemia

wpid-p6130051.jpg

wpid-p6130065.jpg

wpid-p6130070.jpg

Standard
event, Hash, komunitas, mountain running, olahraga, running, sport, trail running

Lari- Larinya Teman Senior Kita di Universal Hash House Harrier

InaAnwarSurahman001

Sedikiiit saja kembali ke UniversalHash HouseHarrier Trail Running Race 2014, minggu lalu.
Awal 80an saya kenal beberapa kelompok pegiat lari lintas- alam( seperti kita sekarang, lari trel) dikota Bandung.
BHHH( Bandung Hash House Harrier), yang sering diplesetkan menjadi Bandung Hah Heh Hoh, Pelita( Pelari Lintas Alam), Pola86( Penggemar Olahraga Lintas Alam). 86, percaya atau tidak, teman2 senior nan kencang2 ini,sejak 1986 sampai rabu lalu tak pernah terputus lari setiap hari rabu sorenya.
Virgo( lupa singkatannya apa). Dan beberapa lagi. Jika tak salah malah ada belasan.
Jadi, kami di Bandung, punya banyak sekali pilihan. Belasan kali dalam seminggu. Setiap pagi dan sore,mulai senin sampai minggu.
Dan bisa terjadi ada beberapa komunitas dengan masing2 treknya di waktu yang sama.
Kebanyakan dari mereka bahkan adalah pelanggan2 saya menginap.
Jadi sabtu c/i. Minggu pagi mereka berlari.
Dulu.
Sayang sekali saat itu saya belum bisa berlari 😦 .
Ups, kembali ke yang saya maksud.
Konon komunitas lari seperti Universal HHH ini berasal dari Malaysia.
Trek lari yg ditandai sebelumnya dengan potongan2 kertas atau bubuk kapur.
Yang melakukan taburan ini disebut Hare.
Kita- kita, pelarinya disebut Hounds. Pelari yang mencari dan mengikuti jejak yang dibuat oleh sang Hare tadi. Biasanya dilakukan sehari sebelumnya.
Start/ finishnya adalah Beer Truck( Ah pantas, sebagian masih pertahankan tradisi ini).
Nah Universal Trail Running Race 2014 kemarin ini adalah kurang- lebih cara teman2 senior kita memperkenalkan lari- lari mereka.
Medannya? Ya seperti yang kita lalui kemarin ini. Semak2, blusukan. Naik- turun. Dan secara horor.
Jadi jika kita temukan tanda2 arah kemarin ini, ya adalah bonus. Karena biasanya mereka benar2 mengandalkan hanya taburan kertas saja.
Keamanannya hanya, adanya tim sapu- bersih 🙂 .

Mohon maaf jika kemarin ini membuat sebagian teman2 kesal, jengkel dan ngambek dengan treknya yg tak ‘sopan’.
Tapi percaya lah, tak ada maksud lain, selain sama- sama mengajak siapapun untuk mencintai lari.

Oh ada tambahan sedikit lagi untuk kita ketahui soal Hah Heh eh HHH ini.
– On On:
a. Nada tinggi panjang, terus menurun : tanda awal untuk memulai kegiatan Run, diteriakkan oleh Hash Master.
b. Bersemangat, nada tinggi pendek-turun : tanda Hound telah menemukan jejak kawul yang benar.
c. Nada naik turun pendek : salam persahabatan antar Hasher saat berpapasan di jalan.
d. Nada rendah pendek : minum-minum di senja hari setalah selesai Hash Run.
– Down Down:
Seni meminum habis segelas penuh bir dengan sekali teguk dengan iringan lagu Down Down dari para Hasher. Jika tidak habis, sisa bir harus di guyurkan di kepala. Down Down diberikan oleh Hash Master/Mistress atau R.A. sebagai suatu tanda penghargaan (an axclusive honour) yang boleh di protes tapi tidak dapat di tolak, apapun juga alasannya.
– Harriete: Sebutan bagi seorang Hasher wanita.
– Puppy: Hasher kecil berusia antara 3 – 12 tahun.
– On Sec: Hasher yang bertugas melaksanakan pencatatan semua data kegiatan Hash Club,administrasi/surat menyurat, statistik, keuangan, penerbitan Hasheet dll.
– Hash Liaison: Hasher yang bertugas menghubungi sponsor dan menjamin adanya beer & minuman lainnya baik di Regular Run Site maupun didalam kegiatan Hash lainnya (Party, Picnic Run Dll).
– Hash Flash: Hasher yang bertugas mengabadikan semua peristiwa Hash dalam Photo/slide/film/video.
Jadi kemarin ini saya sedikiiiit membantu melakukan sebagian pekerjaan2 sebagai Hash Liaison dan Hash Flash 🙂
Sampai jumpa di On On tahun depan. Salam

 

Sumber: http://kobahash.blogspot.com/2012/06/daftar-istilah-hash.html

Standard
adventure, event, mountain running, olahraga, running, sport, trail running, tulisan, ultra running, ultra trail running

Mengenal Medan Berlari Trel

runLimitless

Pantai Pendawa Bali. Garmin Photo Session.

Hak gambar ada pada Patricia Heny.

Mengenal medan lari trel yang ada di kita. Dan bagaimana kita ‘menikmatinya’. Atau: mempersiapkan diri untuk sebagian. Sebagian lain biarlah kejutan 🙂 .
Sepertinya kita sepakat, bahwa lari trel adalah lari  selain dijalan yang menarik sekali. Menyehatkan, menenangkan, menghibur. dan biasanya menyenangkan. Terkadang saja menyebalkan.

Banyak hal menarik yang ada di lari- lari trel tanah- air. Yang mungkin tak ada ditempat lain.
Do’s & don’ts ditempat lain bisa jadi berbeda atau bahkan  tak berlaku di kita.
Ditempat lain mungkin ya bisa berlaku, “Usahakan jangan  berlari sendiri ditempat yang baru”. Ditempat lain yang sudah sedemikian membudayanya berlari. Tak sulit mencari teman.
Apalagi lari muncak gunung. ” pelajari dahulu trek yang akan dilalui.Beri tahu orang terdekat, kapan kita berangkat dan kapan perkiraan turun”.
Tentu saja berlaku juga di kita.
Atau, seringkalinya malah setelah beres muncak sendirian, lebih dulu saya sampai dirumah ketimbang whatsapp saya terbaca orang rumah 🙂 .

Trek1- trek2-

Lereng Gunung Burangrang. Atau di perkampungan dipinggiran kotapun mirip- mirip seperti ini kan? 🙂

Kiri: Trek di Gunung Burangrang. Kanan: Tangkubanparahu.

Satu.
Kita mulai dari yang termudah. Dengan trek seperti diatas. #newbiefriendly .

Kelengkapan: sepatu trel dan atasan bawahan jersey jika ada. Jika tidak asal cukup nyaman saja.

Yang dibawa: satu botol minuman cukup.

Trek yang bukan aspal. Tak jauh dari tempat tinggal.
Rerumputan atau tanah di halaman disekitar pemukiman. Datar2 saja atau dengan sedikit naik dan turun yang landai.

Trek terbuka. Tak terhalang alang- alang atau tumbuhan, karena sering dilalui.

Tak perlu banyak2 yang dipersiapkan. Cukup handheld bottle saja. Satupun cukup.

Pijakan tak sulit, karena hampir rata saja. Baik tanah maupun rumput.

Dua.

Berikutnya adalah, jika start  yang agak jauh dari rumah.jadi mesti dicapai dahulu sekian waktu #newbiefriendly .

kelimutu=BRomo-

Kiri: Danau Tiga Warna Kelimutu. Kanan: Bukit Pasir Bromo.

Yang dibawa: air dan makanan tergantung jarak dan ada tidaknya warung/ toko tempat kita beli sesuatu yg diperlukan.
Handheld bottle atau hydropack. Kamdig jika ada.
Semisal Sentul bagi teman2 Jakarta, Bogor dan Tangerang. Perkebunan teh Sukawana bagi Bandung dan sekitarnya.
Medannyapun beragam.
Ada yang bisa dengan santai sambil update status,( hati2 kepala terbentur batang/ dahan pohon yg melintang seketinggian kepala. Kecuali pakai helm dan siap trombophop),  karena tak perlu harus ngesot2 atau berpegangan pada apapun, atau dengan sedikit2 pegang sana- sini karena turunan yang lumayan curam. Walaupun mungkin hanya beberapa meter saja.
Semuanya berlaku, Berlari trel, artinya pemandangannya lebih hijau, lebih indah dan nyaman, tak hiruk- pikuk lalu- lalang kendaraan dan asapnya.

Disini sebotol minuman kita harus ditambah dengan lain2nya lagi. Cemilan dan uang secukupnya. Sarung tangan mulai diperlukan. Cukup sarung tangan wool seharga 5 ribuan.

KawahRatu- TamanJayaSungai-

Kiri: Sungai air hangat di Kawah Ratu Gunung Salak. Kanan: Muara sungai di TamanJaya Ujungkulon.

3. Trek yang sama, tetapi berbonus istimewa,semisal kawah dan sungai yang bisa dilalui/ dicapai. Seperti Pasir Alit ke Kawah Ratu Gunung Salak. Atau start parkiran atas Tangkubanparahu, memutar kebalikan arah jarum jam, mengelilingi Kawah Ratu Tangkubanparahu. Sampai sebelum panjatan. Dan kembali. #newbiefriendly.
Yang dibawa: setelan ganti untuk yang ada acara basah2an disungainya. Kamdig cenderung wajib 🙂 .

4. Berikutnya adalah medan yang termasuk hutan, lereng gunung. Yang berpotensi untuk tersesat. Bahaya kelelahan, kedinginan dan dehidrasi.
Pemula sebaiknya disertai pelari trel yang sudah berpengalaman.
Kelengkapan: rain coat ringan( cukup yg 10an ribu, windbreaker, sepatu yang lebih sesuai, untuk kesiapan menghadapi segala medan trek, seperti pasir, batuan licin, tanah becek dan sungai. Jam bergps jika ada. Pluit, headlamp kecil, Sarung tangan, atasan jersey berwarna cerah. Obat2an pribadi, betadine dan plester penutup luka. Bandana serbaguna( banyak yang murah. 40an ribu,buatan Bandung), telfon genggam murah( bukan smartphone, berbattery tahan lama).

Penting sebelumnya untuk diketahui, provider mana yang paling kuat di area ini.

Karena tak semua gunung dilintasi banyak pengguna, harus diantisipasi trek yang agak tertutup semak2, dahan ranting melintang. Artinya ada kemungkinan tergores.
Sila pakai bagi yang nyaman memakai semacam bawahan panjang/ compression.

GarminPhotoShoot0750TamanJayaPantai-

Kiri: Pantai Pendawa, Bali. Kanan: Pantai Taman Jaya, Ujung Kulon.

Langkah kaki dan pijakan.
Perhatikan pijakan kita disini. Terutama saat menurun.
Menurun dengan perlahan. Tentu saja cenderung lebih aman. Tapi lebih mudah lelah/ berat pada paha dan betis, karena menahan  grafitasi.
Jika memungkinkan adalah turun dengan sedikit lebih cepat.
Hanya, seperti dalam catur, beberapa langkah/ pijakan sudah harus diperhitungkan. Karena pijakan yang salah diawal akan diikuti oleh pijakan2 salah di yang berikutnya.

Batuan2 tajam injak dengan bagian telapak tengah. Menghindari tergelincir kedepan atau kebelakang. Pijakan diusahakan tak membuat sudut dengan sol bawah sepatu. Jadi hampir sejajar( lagi- lagi kemungkinan tergelincir).

Semakin tegak lurus pijakan dengan arah turun kita semakin baik. Semakin besar peluang kita untuk lebih cepat. Berlari dengan cara  melompat kebagian- bagian tegak lurus ini.

Semakin cepat kita turun, harus semakin condong badan kita kedepan. Menghindari  terjerembab kebelakang saat terpeleset.

Mata yang jangan hanya terpaku kebawah, memperhatikan kemana dan apa pijakan kita, tapi juga kedepan. Tak jarang ada batang dan dahan pohon yang melintang seketinggian kepala.

 

wpid-2014-02-01-05-18-46.png

Menjelang Jembatan Setan Gunung Merbabu.
Yang terpenting untuk semua adalah, kesiapan yang baik.
1. Biasakan hari- hari untuk tak terlalu ‘memanjakan’ tubuh dengan terlalu mudah memakai pakaian2 tebal, agar saat kita berada di cuaca dingin( dihutan pegunungan/ ketinggian) kita masih bisa cukup hangat dengan 1 jacket.

Bisa dibayangkan, jika hari2 saja dikota kita berjacket, apa lagi yang akan dipakai saat kita diketinggian. Ya kan?

2. Biasakan selalu bergerak. hindari duduk atau diam berlama- lama. Gerak, gerak dan gerak. Sebadan.  Jadi jangan hanya telunjuk saja yang bergerak.

3. Semua sepatu trel semestinya cukup baik. Dengan waktu dan jam terbang lari ngetrel kita, kita akan lebih pasti lagi mengetahui brand, type mana yang paling sesuai untuk kaki kita.

Yang penting bukan sepatu mana sesuai dengan medan yang mana, tetapi sepatu dengan peruntukan yang jelas yang sesuai dengan kaki kita. Setelahnya adalah kaki dan sepatu yang menyatu, yang seperti mempunyai mata dan perasaan, menyesuaikan gerak langkah dan pijakan. Apapun medannya.

4. Persiapan yang baik adalah persiapan yang tak mesti baik, sempurna.. Bingung? Jangan 🙂 . Tak mesti semuanya siap baru ngetrel. jika ya begitu, entah kapan kita ngetrelnya.
Jadi sisakan sedikit untuk kejutan. Kejutan yang mungkin mengesalkan bahkan menyebalkan, tapi setelahnya adalah kisah cerita seru yang membuat kita lebih cepat lagi terlatih.

Kapan- kapan saya sambung dengan trek- trek lainnya.Semoga bermanfaat.

Salam,

Yuk Ngetrel 🙂

 

 

Standard
mountain running, olahraga, running, sport, trail running, tulisan

Berlatih Lari Di Ketinggian

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada dasarnya , berlari di ketinggian adalah berlari di udara yang lebih tipis(  hypoxia).
Jika dilakukan lebih sering, bahkan banyak dilakukan oleh atlet dalam rentang waktu tertentu( salah- satu tempat berlatih atlet lari nomor 1 indonesia, Agus Prayogo,  adalah Pangalengan. Altitude training).
Yang terjadi adalah tubuh akan berusaha memproduksi sejumlah energi yang dibutuhkan akan tetapi dalam kondisi  keterbatasan oksigen. Usaha inilah, jika dilakukan sering, yg memicu meningkatkan sistem kerja respitori tubuh, cardiovascular dan utilisasi oksigen yang lebih effisien.

Ada pendapat lain. Live high, train low. Yang lebih penting adalah tinggalnya di ketinggian. Sementara berlatihnya yang tak mesti. Yang tentunya sebagian besar ‘bernafas’ nya yang justru di ketinggian.

Sampai- sampai untuk ini bahkan ada simulatornya. Mulai dari tenda, kamar tidur dan kelengkapan berlatih dengan masker yang bisa mensimulasikan keterbatasan oksigen sampai seperti di ketinggian 6400 meter.

Jadi tak mesti ke ketinggian yang sebenarnya.

Aman? Sesuai jugakah altitude training ini bagi kita, pelari2 trel sekedar cantik suka2? Tentu saja. Sejauh bertahap dan hati- hati.

Ada hal lain yang bisa kita dapat dari altitude training. Ya, betul. Semakin tinggi  tempat kita berlari, relatif semakin bersih udaranya, semakin indah pemandangannya.Semakin nyaman dan semakin bahagia tentunya.
Yang saya maksud adalah,semakin tinggi,semakin menjauhi kota.

Live high, train high yang sebenarnya? Tak lain dan tak bukan Sang jawara lari trel ultra/ gunung Killian Jornet 🙂
Yuk Ngetrel! Maenkan!

 

 

The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
The main reason runners head for the hills is because high-altitude air contains less oxygen than sea-level air, a situation that forces the body to compensate in a variety of ways conducive to improved distance-running performance.
Read more at http://running.competitor.com/2013/06/training/whats-the-real-story-with-altitude-training_30368#SdjfIsm4LwhQ2MHX.99
Standard
inspiration, motivation, running, sport, story

Tulisan yang menginspirasi. Dari seorang teman lari. Luar- biasa 🙂

Ini keder pisan postingnya, tapi kubulatkan nyali karena niatnya semata berbagi Dari tadi malem getoooh menjalin kata2 dan menguatkan hati … tsaaaaaahhhhhhh….

Mei 2013 : Obesitas (Penyebabnya banyak lahhhh), berat badan gue 73kg (tinggi 163), kolesterol tinggi, jalan cepet ngos2an dan ya jelas ga kepikir / ga minat lari. Di gue yang nampol adalah hasil cek darah yg nunjukin kolesterol tinggi itu. Apa aja ituuuuu yg udah gue biarin masuk ke badan gue and who am I to ruin this body that God created? Keinget semua obrolan dgn seorang temen yang sangat baik bernama Dewandra Djelantik tentang pola hidup sehat yang sesungguhnya sama sekali tidak berat.
So malem harinya setelah foto itu diambil, gue putuskan untuk ke gym, nyadar badan ini perlu dilatih dan mental ini perlu dihormati. Keinget juga seorang temen yang kece bernama Mia Salim yang terbukti mampu mengalahkan excuses dan kembali fit setelah berbadan dua. I want to be healthy for me and for my hubby, Verno Nitiprodjo. That May 2013, the battle royale, the battle between me and my excuses, finally began. It was gruesome.

Seiring waktu, mindset terbentuk, dan tentunya lemak hilang melalui pola makan yg benar + clean eating, olahraga yg ikhlas (kal0 ga ikhlas jadinya kalah mulu ma alesan2) dengan tetap menjalankan keseharian yang sibuk, seru dan gila… hahahaha, istirahat dengan cukup (6 jam sehari,deep sleep karena olahraga memungkinkan gue deep sleep).

SiskaLalu seiring dgn badan makin enteng, otot2 fungsional mulai bekerja, personal trainer gue, namanya Andreas Susilo, mulai “mempercepat” langkah gue di treadmill ke arah jogging. Berat gue 65 waktu mulai jogging. Awalnya 15 menit dan lama2 sejam. Jadi ya gak langsung lari. Jalan dululah. Makin lama, makin dicepetin pace nya dan jadi lari, dengan waktu dan kilometer yang lebih panjang. Dengan mindset yang juga terus dilatih.

Oktober 2013 : I, 36 yrs old, never been athletic, finish my first 5k race. Not an easy one, but definitely a happy one. I did not run for a medal. I ran for me, with the love of my life. I run to celebrate this life and be thankful to Him. That, wud always be my goals in running.

November 2013: I’m still trying to shred 5kg of fat and gain muscle mass for the sake of being h e a l t h y. And preparing to finish a 10 K next month

Gue masih dan akan tetep banyak nanya ke Dewandra, Mia dan tunduk pada arahan Andreas saat latian. Dalam hal lari, akan selalu berguru pada pelari senior yg gue temui. I can not do this alone. Support paling besar tentunya dari si ganteng Verno.

I know some people out there, prolly my dear friends and family, are in or starting their battle royale. No matter what happened, don’t give up. You are precious. You are strong.

Siska Ws. Nitiprodjo

No matter what happened, don’t give up. You are precious. You are strong.

Aside
adventure, mountain running, photo shoot, review, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

There are lots of tracks around the world you name it. BromoTenggerSemeru100Ultra is one of the prettiest

bts50kDistancebts50course  Bts50Elevationbts100ultraOLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERAcourtesy of Nefo Ginting bts100ultra001 bts100ultra002 bts100ultra003 bts100ultra004

EAST JAVA – INDONESIA – The Mount Bromo Tengger Semeru Ultra Run race is a unique event that aims to challenge your inner spirit and physical state, as well as to provide race participants with magnificent natural beauty and environment of Bromo Tengger Semeru National Park in East Java – Indonesia at various altitude level.

Running at the high altitude region of Bromo Tengger Semeru National Park, you will experience tracks filled with various scenery, such as sea of volcanic sand (2.200 masl) with low temperature and strong wind. Then you will be running through rural back roads, forest path and prairie with a distant magnificent view of the highest mountain in Java, Mount Semeru (3.676 masl) and the tranquility of Lake Ranu Kumbolo (2.400 masl).

At last, this Bromo Tengger Semeru Ultra Run race will challenged you through 3 different distances, 160 km, 100 km and 50 km, in comfortable weather conditions and a very scenic route.

There are three race categories within the Bromo Tengger Semeru 100 Ultra with total distance of 160Km, 100Km, and 50Km

RACE ORGANIZER

Bromo Tengger Semeru 100 Ultra Committee (Trail Runner Indonesia Community (a Non-Profit Organization))

BACKED BY

Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) Ministry of Indonesian Tourism Agency, Goverment of Malang Regency, Government of Probolinggo Regency, Government of Lumajang Regency, Government of Pasuruan Regency, Trail Runners Indonesia (TRI), FORAKSI, Young Pioneer (YEPE) Malang, MAPALA Tursina Malang

RACE DATES

Friday, November 22, 2013

Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Friday, November 22, 2013. Starts at 03:00 pm
DISTANCE 160K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 46 hours
START / FINISH
Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Friday, November 22, 2013. Starts at 03:00 pm
DISTANCE 100K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 32 hours
START/FINISH
Bromo-Tengger-Semeru100 Ultra
DATE Saturday, November 23, 2013. Starts at 05:00 am
DISTANCE 50K
CUMULATIVE ALTITUDE GAIN
TIME LIMIT 12 hours
START/FINISH

CONDITIONS TO PARTICIPATE IN THIS RACE

  1. You understand the unique nature and requirements of competing in an ultra-long distance trail running race. You will be running in the dark of early morning and all day through mountainous terrain and have undertaken the necessary training to compete in such a race.
  2. You will be responsible for yourself and have the ability to deal with any problems that may be encountered during the race.
  3. You are able to deal with, on your own without assistance, deteriorating weather conditions (low temperatures, strong winds, and rain) and other troubles expected when traveling across mountainous terrain.
  4. You are able to deal with extreme fatigue, internal organ and digestive problems, muscle pain, mild physical injuries and psychological problems on your own.
  5. You fully understand that you are responsible for overcoming the above conditions 1 to 4 on your own and that it is not the responsibility of the race organization.
  6. You are fully aware that when participating in an outdoor activity such as this race, your safety depends on your own skills and abilities.
  7. Video/television footage, photos, articles, race results, etc. may be used and/or shown in newspapers, television, magazines, internet, pamphlets, etc. You understand and agree that these rights belong to the race organization and may be used for these purposes.

If during the 2013 race, you do not meet the above race conditions, your entry to the 2014 race may be declined

QUALIFIER

For participant who will enter 160K should had experience at least once in 100K ultra trail race and proof the event name, time record and send by email to BTS100Ultra@yahoo.com

RACE ENTRY FEES

160Km
FOREIGNER US$ 150 / runner
INDONESIAN US$ 100 / runner or IDR 1000000 / runner
100Km
FOREIGNER US$ 125 / runner
INDONESIAN US$ 75 / runner or IDR 750000 / runner
50Km
FOREIGNER US$ 75 / runner
INDONESIAN US$ 50 / runner or IDR 500000 / runner

Registration for Bromo Tengger Semeru 100 Ultra (BTS 100 Ultra) will due on OCTOBER 31st 2013. The Race Organizer WILL NOT accept any more participant after the due date.

*The Entry Fee is not refundable

There are lots of tracks around the world you name it. Bromo Tengger Semeru 100 Ultra is one of the prettiest.

From start to finish we’ll be treated with some marvelous  view.

Dirt track, rocks and sands of bromo are just waiting to be explored.

50k, 100k or 160k the choice is yours.

http://www.bromotenggersemeru100ultra.com

Standard
motivation, mountain running, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

Dream Big My Friends, What Can Be Imagined Can Be Achieved.

.AndreBlumberg

Four years ago I had a dream, an aspiration. I was a fat bum at the time, workaholic, borderline alcoholic, clubaholic and couchaholic. I somewhere read about people that actually run longer (!) than a marathon distance, go figure. They called it “ultra” marathon.

The complete nutters among these people would do something I had only ever come across from watching tennis on TV: do a “grand slam” consisting of four hundred mountain milers within the span of ten weeks. Total bonkers. But hey, it sounded kinda cool and to a man drawn to extremes it had a certain appeal. Age 39 at the time, deliberating “what’s next”, buying a Porsche would have been cool also, but would have been way too easy. Then my annual medical came back: grossly obese, 208 cholesterol, 150 LDL. The price of living the good life.

Hearing about Rich Roll‘s own transformation when turning 40, I decided not to buy a car but focus on health and well-being. I quit alcohol cold turkey, did a few detoxes, changed my nutrition to mostly plant-based and dropped 65lbs in six months. Then I needed a new outlet for my renewed youth – let’s give this ultra-running a try. So in early 2010, I decided to go big and do the grand slam “one day”. In the meantime I kept myself entertained with ultras in Asia-Pacific mostly. Three years and three Western States lotteries later and I was in and quickly signed up for the other three US based 100 milers. So 2013 became “one day”.

Last weekend I realised my dream. I finished the Grand Slam of Ultrarunning, a series dating back to 1986 which only 254 people, including the fat bum, have ever accomplished (with a few doing it several times). Nothing to take away from climbing Everest, but that’s been done by close to 8,000 people and is a pretty big achievement, right?

Dream big my friends. What can be imagined can be achieved.

Andre Blumberg

Standard

Motivational Mini Poster For Runners

design, interior, motivation

Sweat cleanses from the inside. It comes from places a shower will never reach

Image

ErasePoster

design, interior, motivation

Erase From Your Mind That Your Preparation Must Be Perfect..

Image
adventure, event, mountain running, running, sport, trail running, ultra running, ultra trail running

A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality John Lennon

bts100ultrablog

The world has 7 summits. We already have 7 summits of indonesia.
Cartenz Pyramid, the highest top of papua island.
Mt. Binaiya, the highest top of maluku.
Rantemario in Latimojong, the highest top of Sulawesi.
Mt. Bukit Raya, the highest top of Kalimantan.
Rinjani, the highest top of Nusa Tenggara & Bali island.
Mahameru, the highest top of jawa.
Indrapura, mt. Kerinci, the highest top of Sumatra.

Mt. Rinjani Ultra, Indonesian sports event the Mount Rinjani Ultra Race is set to start on August 17, featuring two running categories: The 52km & 21km race) has just been qualified for 2 points for UTMB ( Mountain race, with numerous passages in high altitude (>2500m), in difficult weather conditions (night, wind, cold, rain or snow), that needs a very good training, adapted equipment and a real capacity of personal autonomy). Bromo Tengger Semeru 100 Ultra will be on 22-24th of November 2013.
Hopefully the next series will get the other 5 tops of indonesia.

A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality – John Lennon

Standard

Dare2Bare

adventure, running, sport

Dare2Bare. Lari Nyeker Muncak Burangrang & Tangkubanparahu ( Siapa Takut? )

Image
sport

134km Coast2coast Ultra Trail Run – Bromo/Ranukumbolo

Dari sekedar melanjutkan Lari Gunung Nusantara kami, yang digagas Kang Hendra Wijaya, saat- saat cari rute dan gunung  di peta, pantai utara jawa dan selatannya menarik perhatian saya.
dan terkaget- kaget bercampur senang saat mendapati bahwa Bromo ada dijarak terpendeknya. Artinya rute kali ini benar- benar bisa dari pantai ke pantai dan muncak Bromo.

 

image

Setelah tertunda 3 bulan.

image

image

image

image

Standard