inspiration, motivation, running, sport, story

Tulisan yang menginspirasi. Dari seorang teman lari. Luar- biasa 🙂

Ini keder pisan postingnya, tapi kubulatkan nyali karena niatnya semata berbagi Dari tadi malem getoooh menjalin kata2 dan menguatkan hati … tsaaaaaahhhhhhh….

Mei 2013 : Obesitas (Penyebabnya banyak lahhhh), berat badan gue 73kg (tinggi 163), kolesterol tinggi, jalan cepet ngos2an dan ya jelas ga kepikir / ga minat lari. Di gue yang nampol adalah hasil cek darah yg nunjukin kolesterol tinggi itu. Apa aja ituuuuu yg udah gue biarin masuk ke badan gue and who am I to ruin this body that God created? Keinget semua obrolan dgn seorang temen yang sangat baik bernama Dewandra Djelantik tentang pola hidup sehat yang sesungguhnya sama sekali tidak berat.
So malem harinya setelah foto itu diambil, gue putuskan untuk ke gym, nyadar badan ini perlu dilatih dan mental ini perlu dihormati. Keinget juga seorang temen yang kece bernama Mia Salim yang terbukti mampu mengalahkan excuses dan kembali fit setelah berbadan dua. I want to be healthy for me and for my hubby, Verno Nitiprodjo. That May 2013, the battle royale, the battle between me and my excuses, finally began. It was gruesome.

Seiring waktu, mindset terbentuk, dan tentunya lemak hilang melalui pola makan yg benar + clean eating, olahraga yg ikhlas (kal0 ga ikhlas jadinya kalah mulu ma alesan2) dengan tetap menjalankan keseharian yang sibuk, seru dan gila… hahahaha, istirahat dengan cukup (6 jam sehari,deep sleep karena olahraga memungkinkan gue deep sleep).

SiskaLalu seiring dgn badan makin enteng, otot2 fungsional mulai bekerja, personal trainer gue, namanya Andreas Susilo, mulai “mempercepat” langkah gue di treadmill ke arah jogging. Berat gue 65 waktu mulai jogging. Awalnya 15 menit dan lama2 sejam. Jadi ya gak langsung lari. Jalan dululah. Makin lama, makin dicepetin pace nya dan jadi lari, dengan waktu dan kilometer yang lebih panjang. Dengan mindset yang juga terus dilatih.

Oktober 2013 : I, 36 yrs old, never been athletic, finish my first 5k race. Not an easy one, but definitely a happy one. I did not run for a medal. I ran for me, with the love of my life. I run to celebrate this life and be thankful to Him. That, wud always be my goals in running.

November 2013: I’m still trying to shred 5kg of fat and gain muscle mass for the sake of being h e a l t h y. And preparing to finish a 10 K next month

Gue masih dan akan tetep banyak nanya ke Dewandra, Mia dan tunduk pada arahan Andreas saat latian. Dalam hal lari, akan selalu berguru pada pelari senior yg gue temui. I can not do this alone. Support paling besar tentunya dari si ganteng Verno.

I know some people out there, prolly my dear friends and family, are in or starting their battle royale. No matter what happened, don’t give up. You are precious. You are strong.

Siska Ws. Nitiprodjo

No matter what happened, don’t give up. You are precious. You are strong.

Aside
motivation, running, sport, story

rieka

Saat sebagian Mama- mama muda lain barangkali berangan- angan mempunyai tubuh indah tanpa melakukan apa- apa.

Atau? Ya, bisa jadi membaca setumpuk buku tentang ini sambil, ehem ngemil; seorang yg saya kenal bertekad memulai lari untuk… kesehatannya. Bagi diri dan keluarganya. Jujur, agak jarang saya dengar.
Teman saya ini memulainya dengan amat sederhana saja.
Tanpa banyak baca teori yang membuat mengerutkan dahi. Tanpa berlama- lama melakukan persiapan yang membosankan. Yang malah membuat hilang semangat untuk larinya.
Bersukur teman saya memposting kisahnya ini di Path.
Lebih bersukur lagi beliau berkenan mengijinkan saya untuk memposting ulang.
Tidak banyak yang saya tahu tentang tulis- menulis.
Tapi akan saya katakan, tulisan teman saya ini biasa- biasa saja. Tak juga berpanjang- panjang.
Tetapi makna tulisannya yang luar- biasa.
Sampai saya baca berulang- ulang.
Motivasi dan inspirasi? Ini salah- satunya. Enjoy..

“Setahun yang lalu mulai coba rutin lari… Akhir September 2012 kalo ga salah, mulai ditemenin NikePlus tgl 4 Oktober 2012… Inget banget awal lari dulu menye2 banget, baru lari 10 menit aja udah ngos2-an parah & mutusin jalan… Alhamdulillah lama2 bisa juga  lari nonstop. Sekarang masih lelet sih tapi lumayanlah ya… 😁

Jaman sekolah dulu paling benci kalo disuruh lari. Satu2-nya olahraga yg disukain cuma renang…

Berhubung sekarang ada anak yg ga bisa ditinggal lama2, akhirnya coba2 lari. Terinspirasi mama2 TUM… Niatnya cuma satu sih, pengen sehat demi Kalya…

Masih inget banget gimana mimik muka khawatirnya Kalya kalo liat bundanya nangis2 nahan nyeri beberapa hari dalam setiap bulannya, duh bikin frustasi… 😥  .

Alhamdulillah sejak rutin lari pelan2 frekuensi nyerinya berkurang… Dari yang awalnya pake obat penahan nyeri 10 hari, turun jadi 6-4-2 dan sejak bulan Mei 2013 ga pake sama sekali sampai sekarang…

Alhamdulillah semoga sehat seterusnya… Amin… 🙏

Anyway, makasih banget2 untuk mama2 runner yang jadi inspirasi untuk mulai lari… Postingan larinya teh ninit, fanny, meta, gamma, nyanya & mama2 lainnya beneran memotivasi banget diawal lari dulu… 😘 Juga untuk teman2 IR Bandung yang baik hati & selalu menyemangati… Makasih aki, kak arie, tyas, yustin & teman2 IR Bandung lainnya yang bikin semangat lari sejak pertama kali daku lari bareng & “terjebak” 10K… 😙 #MariLari 🏃🏃🏃”

1st Runniversary by Rieka Riananda

Aside